Tridinews.com - Situasi internal Real Madrid disebut tengah berada dalam kondisi kacau setelah muncul berbagai konflik di ruang ganti dalam beberapa hari terakhir. Sorotan tajam kini mengarah kepada pelatih Alvaro Arbeloa yang dinilai gagal mengendalikan situasi tim.
Namun, sejumlah laporan menyebut Arbeloa sebenarnya hanya dijadikan kambing hitam oleh manajemen klub atas kondisi yang terjadi di ruang ganti Los Blancos.
Situasi tersebut bahkan disebut mengingatkan pada pengalaman Xabi Alonso beberapa bulan lalu di akhir masa baktinya bersama Real Madrid.
Kala itu, Xabi Alonso dikabarkan tidak mendapatkan dukungan penuh dari jajaran direksi saat hubungan di ruang ganti mulai memanas. Presiden klub disebut lebih memilih berpihak kepada para pemain hingga akhirnya masa jabatan Alonso berakhir secara antiklimaks.
Menurut laporan Cadena SER, Alonso kini justru merasa lega sudah tidak lagi menangani Real Madrid.
Mantan gelandang Real Madrid itu bahkan dikabarkan mengakui kepada orang-orang terdekatnya bahwa menerima tawaran melatih Los Blancos merupakan sebuah kesalahan.
Alonso disebut merasa dirinya telah terhindar dari masalah besar setelah melihat berbagai konflik internal yang belakangan mencuat ke publik.
Beberapa insiden yang menjadi sorotan antara lain pertengkaran Aurélien Tchouaméni dengan Federico Valverde, konflik Álvaro Carreras dengan Antonio Rüdiger, hingga ketegangan antara Kylian Mbappé dan staf pelatih.
Selain itu, Arbeloa juga menjadi sasaran kritik dan penghinaan karena dianggap gagal menjaga stabilitas tim. Kondisi tersebut dinilai telah merusak citra Real Madrid di mata publik sepak bola dunia.
Kini, manajemen klub disebut perlu segera mengambil langkah tegas untuk memulihkan kondisi ruang ganti. Salah satu solusi yang dinilai penting adalah menghadirkan sosok pelatih dengan karakter kuat agar mampu mengendalikan para pemain dan meredam konflik internal yang terus berkembang.
Keributan antara Valverde dan Tchouameni bermula saat sesi latihan Real Madrid pada Kamis (7/5).
Menurut laporan Diario AS, saat tiba di pusat latihan Valdebebas, Valverde disebut menolak berjabat tangan dengan Tchouameni. Tidak ada sapaan maupun komunikasi normal di antara keduanya.
Sikap dingin tersebut langsung memicu ketegangan di ruang ganti. Valverde kemudian menuduh Tchouameni sebagai pihak yang membocorkan pertengkaran internal tim kepada media.
Namun, Tchouameni terus membantah tuduhan tersebut dan menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan dengan kebocoran informasi itu.
Situasi semakin panas ketika sesi latihan dimulai. Valverde disebut terus menekan Tchouameni dengan tuduhan yang sama.
Di tengah latihan, keduanya beberapa kali terlibat duel keras dan tekel berbahaya yang membuat rekan setim maupun staf pelatih terkejut. Suasana latihan pun berubah menjadi tidak nyaman.
Yang menarik, pelatih Arbeloa yang berada di lokasi disebut tidak melakukan intervensi berarti untuk meredam situasi.
Ketegangan memuncak setelah latihan selesai. Di ruang ganti, Valverde masih terus melontarkan tuduhan kepada Tchouameni.
Beberapa pemain Real Madrid bahkan sempat mencoba menenangkan situasi dan meminta Valverde menghentikan tuduhannya. Namun situasi justru semakin memburuk.
Tchouameni yang awalnya mencoba tenang akhirnya kehilangan kesabaran. Ia dikabarkan melayangkan pukulan ke arah Valverde.
Pukulan tersebut membuat Valverde terjatuh dan kepalanya membentur lantai hingga mengalami luka robek.
Akibat insiden itu, Valverde disebut sempat terlihat linglung dan harus meninggalkan kompleks latihan menggunakan kursi roda sebelum dibawa ke rumah sakit Sanitas La Moraleja untuk mendapatkan jahitan.
Insiden ini semakin memperkuat anggapan bahwa ruang ganti Real Madrid sedang berada dalam fase paling sulit, dan klub harus segera menemukan solusi sebelum situasi semakin merusak performa tim di lapangan.
Ruang Ganti Real Madrid Memanas, Xabi Alonso Disebut Lega Pergi
. (net)