Tridinews.com - Sopir minibus pembawa Makanan Bergizi Gratis (MBG) bernama Adi Irawan (34) menjalani pemeriksaan intensif setelah kendaraan yang ia kemudikan menabrak pagar dan siswa SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Saat kejadian, Adi ditemani oleh seorang kenek berinisial MRR. Keduanya langsung diamankan polisi setelah insiden yang menyebabkan 19 siswa dan 1 guru terluka.
Wajah Adi tampak pucat dan lesu ketika digiring petugas. Ia mengaku kepada polisi bahwa insiden ini terjadi karena salah menginjak pedal. Dalam pengakuannya, jalan dalam area sekolah sedang menanjak dan rem mobil terasa tidak pakem. Panik karena takut menabrak, ia menekan pedal lebih dalam, namun ternyata pedal yang diinjak adalah gas, bukan rem.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri menjelaskan bahwa keterangan itu masih akan diperdalam melalui olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh tim TAA Ditlantas Polda Metro Jaya. Polisi juga mengungkap bahwa Adi merupakan sopir pengganti, karena sopir utama sedang sakit. Ini adalah kedua kalinya ia bertugas membawa mobil MBG.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa polisi telah menyiapkan posko pelayanan korban serta menghadirkan tim trauma healing untuk mendampingi para siswa.
Saat ini tercatat 20 korban:
- 5 dirawat di RSUD Koja
- 4 di RSUD Cilincing (observasi)
- 2 rawat inap
- 12 rawat jalan
- 1 korban di Puskesmas sudah dipulangkan
Polda meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Insiden terjadi pada Kamis (11/12) pagi ketika mobil Granmax putih pembawa MBG tiba-tiba melaju dan menabrak siswa yang tengah mengikuti kegiatan belajar di halaman sekolah. Sejumlah siswa terseret hingga masuk ke kolong mobil. Guru serta siswa lain berusaha menyelamatkan korban yang tergeletak setelah tertabrak.
Sopir Mobil MBG Salah Injak Gas, 20 Korban di SDN Kalibaru
. (net, tribunnews.com)