Tridinews.com - Gubernur Hadramaut, Salem Al-Khanbashi, melontarkan peringatan keras kepada Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC). Ia menegaskan kelompok tersebut harus segera menarik seluruh pasukannya dari provinsi-provinsi timur Yaman atau bersiap menghadapi konfrontasi militer.
“Masalah ini belum selesai karena STC belum menarik pasukannya. Mereka tidak memiliki pilihan selain mundur sepenuhnya dan tanpa syarat, atau menghadapi konfrontasi militer,” kata Al-Khanbashi dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Arab Saudi, Al-Ekhbariya.
Al-Khanbashi menuding pasukan STC berupaya menguasai sumber daya minyak di wilayah timur Yaman. Ia juga menilai kelompok tersebut tidak akan mundur secara damai dari wilayah yang telah mereka kuasai.
Ketegangan di Yaman selatan meningkat sejak bulan lalu, setelah pasukan STC merebut kendali atas Provinsi Hadramaut dan Al-Mahra di wilayah timur, menyusul bentrokan dengan pasukan pemerintah. Dua provinsi ini memiliki arti strategis karena mencakup hampir setengah wilayah Yaman secara geografis.
Sebelumnya, Arab Saudi menuduh Uni Emirat Arab (UEA) mendorong STC untuk melancarkan operasi militer di dekat perbatasan selatan kerajaan. Namun, UEA membantah tuduhan tersebut dan menegaskan komitmennya terhadap keamanan Arab Saudi.
Pada hari yang sama dengan pernyataan Al-Khanbashi, Dewan Kepresidenan Yaman mengambil langkah tegas dengan membatalkan perjanjian pertahanan bersama dengan UEA. Dewan tersebut juga memerintahkan seluruh pasukan Emirat untuk meninggalkan Yaman dalam waktu 24 jam.
Di sisi lain, STC berulang kali menegaskan bahwa wilayah selatan Yaman selama ini dimarginalkan secara politik dan ekonomi oleh pemerintah sebelumnya. Kelompok itu terus menyerukan pemisahan dari Yaman utara. Namun, otoritas Yaman menolak klaim tersebut dan menegaskan komitmen mereka untuk menjaga keutuhan dan persatuan negara.
Sumber: Anadolu_OANA
Gubernur Hadramaut Ultimatum STC Tarik Pasukan atau Perang
. (net)