Inggris Siap Pimpin Operasi Buka Selat Hormuz

inggris-siap-pimpin-operasi-buka-selat-hormuz HMS Queen Elizabeth. (net)

Tridinews.com - Angkatan Laut Kerajaan Inggris dilaporkan tengah bersiap mengambil peran penting dalam kemungkinan operasi internasional untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang kini terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

Menurut laporan The Times, pemerintah Inggris sedang mengkaji rencana pengerahan kapal angkatan laut maupun kapal komersial yang dimodifikasi sebagai “kapal induk” bagi sistem tanpa awak. Teknologi ini akan digunakan untuk mendeteksi dan menetralisir ranjau laut yang diduga telah dipasang di perairan strategis tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya multinasional yang melibatkan sekutu seperti Amerika Serikat dan Prancis guna memastikan jalur perdagangan global tetap terbuka dan aman.

Operasi tersebut direncanakan berjalan dalam beberapa tahap. Pada fase awal, fokus utama adalah perburuan ranjau menggunakan sistem otonom canggih. Selanjutnya, perlindungan kapal tanker akan diperkuat melalui pengerahan kapal permukaan tanpa awak serta kapal perusak Tipe 45 milik Inggris.

Seorang pejabat pertahanan menyebut Inggris memiliki keunggulan dalam teknologi perburuan ranjau otomatis, sehingga operasi dapat dilakukan tanpa membahayakan banyak personel.

Meski ada indikasi ranjau laut telah disebar, beberapa kapal dari negara seperti India, Pakistan, dan China dilaporkan masih dapat melintasi jalur tersebut melalui rute yang relatif aman.

Ketegangan di kawasan sendiri terus meningkat sejak operasi militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir Februari. Konflik tersebut memicu aksi balasan dari Iran, termasuk serangan drone dan rudal yang menargetkan berbagai titik di Timur Tengah.

Sebagai salah satu jalur energi terpenting dunia, Selat Hormuz biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari. Gangguan yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada keamanan kawasan, tetapi juga mendorong lonjakan harga minyak dan biaya pengiriman global.

Editor: redaktur

Komentar