Tridinews.com - Militer Amerika Serikat kembali mempertegas sikapnya di tengah memanasnya situasi geopolitik dengan Iran. Sebuah kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat saat mencoba menembus blokade laut AS di Teluk Oman pada Minggu (19/4).
Aksi ini dikonfirmasi langsung oleh CENTCOM (Komando Pusat AS). Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut kapal tersebut telah beberapa kali diperingatkan karena melanggar blokade, namun tidak diindahkan.
Setelah peringatan selama enam jam tak dipatuhi, kapal perusak rudal USS Spruance mengambil tindakan tegas. Kapal tersebut menembakkan peluru dari meriam MK 45 ke arah ruang mesin Touska hingga melumpuhkan sistem penggeraknya.
Begitu kapal tidak lagi dapat bergerak, pasukan Angkatan Laut AS langsung naik dan mengambil alih kendali penuh. Hingga saat ini, kapal Touska masih berada di bawah kontrol militer AS.
CENTCOM juga mengungkapkan bahwa sejak blokade diberlakukan, sedikitnya 25 kapal komersial lainnya telah dipaksa berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran.
Presiden AS Donald Trump turut menanggapi insiden ini melalui media sosialnya. Ia menyebut kapal tersebut mencoba menembus blokade, tetapi gagal, dan kini sepenuhnya dikuasai oleh marinir AS. Trump juga mengklaim Touska berada dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS karena dugaan aktivitas ilegal sebelumnya.
Insiden ini terjadi di tengah hubungan AS–Iran yang masih tegang. Sebelumnya, pada akhir Februari, AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Meski sempat terjadi gencatan senjata dan perundingan di Pakistan pada awal April, negosiasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan.
Hingga kini, belum ada tanda dimulainya kembali perang terbuka. Namun, langkah blokade yang dilakukan AS menunjukkan bahwa situasi masih jauh dari kondusif, sementara upaya diplomasi internasional terus diupayakan untuk mencegah konflik semakin meluas.
AS Lumpuhkan Kapal Iran di Teluk Oman, Tensi Meningkat
. (net)