Tridinews.comPernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla yang menyebut Joko Widodo bisa menjadi presiden karena dirinya memicu respons dari berbagai pihak, termasuk relawan Projo.
JK mengungkapkan hal tersebut saat menanggapi polemik yang menyeret namanya terkait tudingan pendanaan kasus ijazah Jokowi. Ia menegaskan memiliki peran penting dalam perjalanan politik Jokowi, mulai dari mengusulkan namanya ke Megawati Soekarnoputri untuk maju di Pilgub DKI Jakarta, hingga akhirnya mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2014.
Menurut JK, Megawati saat itu bahkan tidak akan menyetujui pencalonan Jokowi sebagai presiden jika dirinya tidak menjadi calon wakil presiden. Ia menyebut kehadirannya diperlukan untuk membimbing Jokowi yang dinilai belum berpengalaman di tingkat nasional.
Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh organisasi relawan Projo. Sekretaris Jenderalnya, Freddy Damanik, menegaskan bahwa kemenangan Jokowi dalam Pilpres merupakan hasil kehendak rakyat, bukan peran satu individu.
Ia menekankan bahwa demokrasi tidak dibangun atas kontribusi personal semata, melainkan kerja kolektif berbagai pihak, termasuk partai politik seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan dukungan luas masyarakat.
Di sisi lain, juru bicara JK, Husain Abdullah, menjelaskan bahwa pernyataan tersebut muncul karena JK kerap dituding tidak tahu berterima kasih kepada Jokowi. Menurutnya, JK selama ini menahan diri dan baru menyampaikan perannya untuk meluruskan narasi yang berkembang.
Perdebatan ini mencerminkan perbedaan pandangan terkait proses politik yang membawa Jokowi ke kursi presiden. Satu pihak menyoroti peran tokoh kunci di balik layar, sementara pihak lain menegaskan bahwa legitimasi utama tetap berasal dari pilihan rakyat dalam sistem demokrasi.
JK Klaim Peran di Balik Jokowi, Projo Membantah
. (net)