Tridinews.com - Nama Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, sedang menjadi pusat perhatian publik setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI, Kamis (4/12/2025), anggota DPR dari Fraksi PKB, Usman Husin, secara terbuka meminta Raja Juli mundur bila dianggap tidak mampu menangani bencana.
Usman menyampaikan kritiknya dengan tegas. Ia menyebut permintaan tersebut muncul dari keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang terdampak parah. “Kalau Pak Menteri tidak mampu, mundur saja,” ujarnya dalam rapat yang berlangsung di Gedung DPR, Senayan.
Cak Imin Minta Raja Juli Lakukan Taubat Nasuha
Bukan hanya dari DPR, kritik juga datang dari Menko PMK, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ia menyerukan agar Raja Juli dan dua menteri lainnya—Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol—melakukan taubat nasuha. Ajakan itu ia sampaikan sebagai bentuk refleksi dan evaluasi total atas kebijakan-kebijakan yang dianggap berkontribusi pada kerentanan bencana.
Cak Imin mengungkapkan bahwa ia telah mengirim surat resmi kepada ketiga menteri tersebut agar bersama-sama mengevaluasi kebijakan dan langkah penanganan bencana.
Profil Singkat Raja Juli Antoni
Raja Juli Antoni lahir di Pekanbaru pada 13 Juli 1977. Ia merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina PSI. Sebelum terjun ke politik, ia aktif di organisasi Muhammadiyah, termasuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Ia menempuh pendidikan tinggi di berbagai institusi internasional. Gelar S1 ia peroleh dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, disusul gelar magister di University of Bradford, Inggris, melalui beasiswa Chevening. Gelar doktornya diraih dari Queensland University, Australia. Raja Juli juga dikenal sebagai salah satu pendiri Maarif Institute dan pernah menjadi Direktur Eksekutif lembaga tersebut.
Perjalanan politiknya dimulai ketika maju sebagai caleg PDIP pada 2009, meski belum berhasil lolos. Pada 2014, ia ikut mendirikan PSI dan memutuskan fokus mengurus partai tersebut.
Harta Kekayaan Raja Juli
Berdasarkan laporan e-LHKPN per 31 Desember 2024, Raja Juli memiliki total kekayaan Rp11,25 miliar. Kekayaan tersebut terdiri dari 11 aset tanah dan bangunan senilai Rp8,7 miliar, empat unit kendaraan, harta bergerak, surat berharga, kas, dan hutang senilai Rp1,88 miliar.
Aset propertinya tersebar di Bekasi, Tangerang Selatan, dan Jakarta Selatan, mulai dari rumah hingga tanah dengan berbagai ukuran.
Sikap Raja Juli: Siap Dievaluasi Presiden
Di tengah kritik keras yang mengarah padanya, Raja Juli memilih bersikap terbuka. Ia menyatakan siap dievaluasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan tidak mempermasalahkan segala konsekuensi politik yang mungkin terjadi.
“Saya yakin namanya kekuasaan itu milik Allah, dan itu hak prerogatif Presiden,” ujarnya. Ia menegaskan tidak pernah menghapus kritik netizen dan memandang setiap komentar publik sebagai bagian dari aspirasi yang patut dihormati.
Raja Juli Mengaku Sudah Berdamai dengan Cak Imin
Raja Juli juga mengungkap bahwa Cak Imin telah menghubunginya secara pribadi untuk meluruskan pernyataan soal taubat nasuha. Menurutnya, Cak Imin menyampaikan permintaan maaf lewat pesan pribadi dan menegaskan tidak bermaksud mendiskreditkan dirinya maupun Kementerian Kehutanan.
Raja Juli menyambut baik klarifikasi tersebut dan menegaskan pentingnya menjaga kekompakan di jajaran pemerintahan. “Sebagai sesama menteri, kita harus kompak. Tidak boleh ada pernyataan yang saling mendiskreditkan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa semua menteri merupakan pembantu Presiden Prabowo, sehingga setiap langkah harus diperhitungkan demi stabilitas pemerintahan.
Menteri Kehutanan Disorot, Diminta Mundur Usai Banjir Sumatera
. (net)