Tridinews.com - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan bahwa Inggris bersama Prancis akan memimpin misi militer internasional untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz, segera setelah situasi memungkinkan.
Pernyataan ini disampaikan usai Starmer menghadiri KTT internasional yang digelar Prancis, yang membahas keamanan maritim di kawasan strategis tersebut. Pertemuan itu diikuti oleh perwakilan dari 49 negara, menunjukkan tingginya perhatian global terhadap stabilitas jalur pelayaran ini.
Starmer menegaskan bahwa misi yang akan dijalankan bersifat defensif dan damai. Fokus utamanya adalah menjamin keamanan kapal-kapal komersial serta mendukung upaya pembersihan ranjau di wilayah perairan yang sempat terdampak konflik.
“Bersama Prancis, kami akan memimpin misi multinasional untuk melindungi kebebasan navigasi,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa lebih dari belasan negara telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi, termasuk dengan mengirimkan peralatan militer, seiring tercapainya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
Untuk menindaklanjuti rencana tersebut, pertemuan lanjutan antar perwakilan kementerian pertahanan negara-negara peserta dijadwalkan berlangsung pekan depan di London.
Starmer menekankan pentingnya membuka kembali Selat Hormuz tanpa hambatan. “Selat itu harus segera dibuka kembali, tanpa pungutan dan tanpa pembatasan,” tegasnya.
Sebelumnya, situasi di kawasan ini sempat memanas setelah militer Amerika Serikat melakukan blokade terhadap lalu lintas kapal menuju pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan ini berdampak besar, mengingat sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz.
Ketegangan meningkat setelah serangan militer oleh AS dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke target di Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Dampak konflik ini juga meluas ke sektor penerbangan, di mana sejumlah negara di kawasan menutup sebagian bahkan seluruh wilayah udaranya karena risiko serangan rudal dan drone.
Dengan adanya rencana misi internasional ini, diharapkan stabilitas di Selat Hormuz dapat segera pulih dan aktivitas perdagangan global kembali berjalan normal.
Inggris-Prancis Pimpin Misi Jaga Navigasi Selat Hormuz
. (net)