Iran Buka Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata 10 Hari

iran-buka-selat-hormuz-as-tetap-pertahankan-blokade-laut . (net)

Tridinews.com - Iran pada Jumat (17/4) mengumumkan bahwa Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran komersial. Kebijakan ini berlaku selama sisa masa gencatan senjata 10 hari di Lebanon yang sebelumnya menghentikan konflik antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran.

Pembukaan jalur ini disampaikan sebagai langkah untuk menormalkan kembali arus perdagangan global, terutama pada salah satu jalur energi paling penting di dunia yang menjadi rute utama minyak dan gas internasional.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut bahwa Selat Hormuz kini “sepenuhnya dibuka” melalui mekanisme rute yang telah dikoordinasikan oleh otoritas Iran. Jalur tersebut sebelumnya sempat menjadi titik ketegangan akibat konflik bersenjata di kawasan.

Menanggapi pengumuman tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut langkah Iran melalui media sosial. Namun ia menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran tetap diberlakukan sampai tercapai kesepakatan damai.

Trump juga mengklaim bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak lagi menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan geopolitik. Ia bahkan menyebut adanya upaya pembersihan ranjau laut di kawasan tersebut dengan dukungan Amerika Serikat.

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pejabat Iran. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa klaim Presiden AS tidak sesuai dengan fakta.

“Presiden AS membuat banyak klaim yang semuanya tidak benar,” ujarnya dalam unggahan di platform X, seraya menambahkan bahwa Selat Hormuz tidak akan benar-benar aman jika blokade laut AS masih berlangsung.

Ketegangan di kawasan ini sebelumnya meningkat sejak akhir Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran, yang kemudian memicu respons militer dari Teheran dan memperburuk situasi keamanan regional.

Meski begitu, pasar minyak global sempat merespons positif kabar pembukaan selat ini, dengan harga minyak mentah AS turun tajam lebih dari 10 persen. Penurunan ini mencerminkan harapan meredanya risiko gangguan pasokan energi dunia.

Namun, di balik dinamika diplomasi tersebut, masa depan keamanan Selat Hormuz masih bergantung pada hasil negosiasi lanjutan antara pihak-pihak terkait dan stabilitas politik di kawasan Timur Tengah.

Editor: redaktur

Komentar