Media Iran Kritik Menlu Araghchi soal Pembukaan Selat Hormuz

media-iran-kritik-menlu-araghchi-soal-pembukaan-selat-hormuz . (net)

Tridinews.com - Pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz menuai kritik dari sejumlah media pemerintah Iran. Pengumuman tersebut dinilai menimbulkan kebingungan dan justru memberi ruang bagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengklaim kemenangan politik.

Araghchi sebelumnya menyampaikan melalui platform X bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka untuk kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata di Lebanon. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan melalui koordinasi otoritas maritim Iran.

Namun, hanya beberapa menit setelah pengumuman itu, Trump langsung merespons di media sosial dengan menyebut bahwa Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” dan mengklaim hal tersebut sebagai keberhasilan pihaknya.

Unggahan tersebut kemudian memicu reaksi keras di dalam negeri Iran. Media seperti Mehr News dan Tasnim, yang berafiliasi dengan pemerintah dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menilai pernyataan Araghchi tidak disertai penjelasan yang cukup rinci sehingga menimbulkan ambiguitas di publik.

Mehr News bahkan menyebut bahwa kurangnya klarifikasi memungkinkan pihak asing, termasuk Trump, memanfaatkan situasi untuk membangun narasi kemenangan politik. Mereka menilai seharusnya keputusan strategis seperti ini dijelaskan secara kolektif oleh seluruh tim negosiasi, bukan hanya melalui satu pernyataan singkat di media sosial.

Sementara itu, Tasnim News menilai cuitan tersebut “buruk dan tidak lengkap” karena tidak menjelaskan secara detail mekanisme pembukaan jalur pelayaran, termasuk aturan dan pembatasan yang berlaku bagi kapal-kapal yang melintas.

Media lain, Fars News Agency, mengutip sumber yang dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang menyebut bahwa pembukaan Selat Hormuz memiliki sejumlah syarat ketat. Di antaranya, hanya kapal komersial yang diperbolehkan melintas, sementara kapal militer dilarang. Selain itu, kapal yang berhubungan dengan negara yang dianggap musuh juga tidak diizinkan.

Sumber tersebut juga menegaskan bahwa jalur pelayaran harus mengikuti rute yang telah ditentukan oleh Iran dan setiap transit wajib dikoordinasikan dengan otoritas militer setempat.

Lebih lanjut, Iran menegaskan bahwa jika blokade angkatan laut Amerika Serikat tidak dicabut, maka pembukaan Selat Hormuz bisa dibatalkan kembali.

Di sisi lain, Trump tetap menegaskan bahwa blokade terhadap Iran akan dipertahankan sampai kesepakatan final tercapai. Ia juga mengklaim bahwa sebagian besar poin negosiasi sudah disepakati dan proses menuju kesepakatan akan berlangsung cepat.

Menurut laporan Associated Press, dinamika ini turut memengaruhi pasar global, di mana harga minyak mentah sempat turun tajam hingga 10 persen setelah pengumuman pembukaan jalur pelayaran tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa meski ada langkah pelonggaran di Selat Hormuz, perbedaan narasi dan kepentingan politik antara pihak-pihak terkait masih menjadi tantangan utama dalam meredakan ketegangan di kawasan.

Editor: redaktur

Komentar