Tridinews.com - Polemik soal dugaan ijazah palsu mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, kembali memanas. Kali ini, Rismon Sianipar secara terbuka menantang Roy Suryo untuk debat langsung, membahas hasil penelitian terkait isu tersebut.
Tantangan itu muncul setelah Rismon memilih menarik diri dari narasi lama yang pernah ia dukung. Ia mengakui penelitiannya keliru dan telah meminta maaf kepada Jokowi. Tak hanya itu, Rismon juga menempuh jalur restorative justice hingga akhirnya memperoleh Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari Polda Metro Jaya pada 14 April 2026.
Kini, ia justru mempertanyakan kredibilitas penelitian Roy Suryo, bahkan menyebutnya sebagai bentuk kebohongan publik yang terus diulang.
“Saya tantang Roy Suryo debat berdua saja, tidak perlu membawa kubu masing-masing. Biar jelas dan tidak melebar ke mana-mana,” ujarnya.
Rismon menilai klaim Roy yang menyebut ijazah Jokowi palsu hingga 99,9 persen tidak didasarkan pada metodologi penelitian yang kuat. Ia juga meragukan latar belakang Roy sebagai peneliti di bidang yang relevan, seperti pengolahan citra digital.
Menurutnya, publik bisa saja tersesat jika terus disuguhi narasi yang diulang tanpa dasar ilmiah yang jelas.
Di sisi lain, hubungan keduanya semakin memanas. Dalam sebuah aksi di depan Gedung DPR/MPR, Roy Suryo bahkan menunjukkan kaos bergambar sampul buku Jokowi’s White Paper, namun dengan nama Rismon yang ditutup menggunakan plester.
Langkah itu disebut Roy sebagai simbol kekecewaan, bahkan ia menyebut Rismon telah “berkhianat” dari perjuangan awal mereka dalam mengangkat isu tersebut.
Sementara itu, kuasa hukum Roy, Ahmad Khozinudin, mempertanyakan keabsahan penghentian kasus terhadap Rismon. Ia menilai, pasal yang digunakan memiliki ancaman pidana tinggi sehingga tidak seharusnya dihentikan melalui SP3.
Menurutnya, polemik utama tetap pada keaslian ijazah itu sendiri, yang tidak bisa diselesaikan hanya melalui mekanisme restorative justice.
“Masalahnya bukan pada orangnya, tetapi pada dokumennya. Apakah bisa dipulihkan begitu saja?” ujarnya.
Meski demikian, Rismon tetap pada posisinya saat ini. Ia menegaskan siap membuka diskusi secara ilmiah dan terbuka, serta berharap debat langsung bisa menjadi ruang untuk menguji kebenaran secara objektif.
Polemik ini pun terus bergulir di ruang publik, memperlihatkan bagaimana perbedaan pandangan bisa berkembang menjadi perdebatan panjang yang melibatkan aspek hukum, akademik, hingga opini masyarakat.
Rismon Tantang Roy Suryo Debat soal Ijazah Jokowi
. (net)