Tridinews.com - Pegiat media sosial Ade Armando membantah tudingan telah memfitnah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) terkait potongan video ceramah yang ramai di media sosial.
Ade menegaskan dirinya tidak pernah menuduh Jusuf Kalla sebagai penoda agama maupun berupaya mengadu domba antarumat beragama di Indonesia.
“Kami tidak pernah memfitnah, menuduh Pak JK itu penoda agama. Kami tidak pernah menuduh Pak JK, itu memfitnah. Kami tidak pernah mengadu domba antarkelompok umat beragama di Indonesia,” kata Ade Armando di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta, Selasa (5/5).
Menurut Ade, kritik yang selama ini disampaikan, termasuk terhadap JK, merupakan bagian dari pandangan yang diyakininya memiliki dasar, bukan bentuk provokasi atau upaya memecah belah masyarakat.
Ia juga menantang pihak-pihak yang menuduh dirinya untuk menunjukkan bukti konkret atas tuduhan tersebut.
“Siapa pun yang menuduh saya melakukan itu, saya akan tantang untuk tolong sampaikan di bagian mana dari video saya, saya melakukan itu,” ujarnya.
Ade menyatakan siap jika harus menghadapi konsekuensi hukum secara pribadi. Ia juga memastikan akan memenuhi panggilan kepolisian apabila diminta memberikan klarifikasi.
“Kalau saya dipanggil oleh polisi, saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya,” katanya.
Sebelumnya, sekitar 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Menjaga Kerukunan Umat melaporkan Ade Armando, Permadi Arya, dan politisi Grace Natalie ke Bareskrim Polri terkait video ceramah Jusuf Kalla.
Laporan tersebut diterima dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI.
Ketua Bidang Hukum dan HAM PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Gurun Arisastra, menjelaskan ketiganya dilaporkan karena mengunggah potongan video ceramah JK di media sosial masing-masing.
“Ade Armando mengunggah video penggalan di Cokro TV pada 9 April 2026. Permadi Arya memposting pada 12 April 2026, lalu Grace Natalie pada 13 April 2026,” ungkapnya.
Menurut Gurun, video yang diunggah tidak menampilkan pernyataan JK secara utuh, khususnya terkait pembahasan ajaran agama Kristen soal mati syahid.
Ia menilai JK sebenarnya tidak sedang membahas ajaran agama, melainkan menyampaikan kekhawatiran tentang cara berpikir masyarakat yang berpotensi keliru dalam memahami konsep syahid.
“Sehingga bahwa Pak JK menyatakan bahwa cara berpikir syahid itu adalah keliru. Ini kan tidak disampaikan ke publik secara utuh,” katanya.
Akibat potongan video tersebut tersebar luas, muncul penafsiran negatif yang dinilai memicu keresahan antarumat beragama. Karena itu, aliansi ormas Islam memutuskan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
Ade Armando Bantah Fitnah JK, Siap Penuhi Panggilan Polisi
. (net)