Trump Siap Hidupkan Minyak Venezuela, Butuh Rp1.674 T

trump-siap-hidupkan-minyak-venezuela-butuh-rp1674-t . (net)

Tridinews.com – Rencana Presiden AS Donald Trump menghidupkan kembali industri minyak Venezuela diprediksi panjang dan rumit, dengan perkiraan biaya pemulihan lebih dari 100 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.674 triliun (kurs Rp 16.733 per dollar AS).

Menurut Bloomberg, infrastruktur minyak Venezuela berada pada titik kritis akibat bertahun-tahun korupsi, minim investasi, kebakaran, dan pencurian aset. Produksi saat ini hanya 1 juta barel per hari, jauh dari puncak 1974 yang hampir menyentuh 4 juta barel per hari.

Investasi Dibutuhkan, Tantangan Politik Masih Besar

Francisco Monaldi dari Baker Institute for Public Policy memperkirakan pemulihan membutuhkan 10 miliar dollar AS per tahun selama satu dekade, dan pemulihan lebih cepat berarti investasi lebih besar.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai minyak berat Venezuela menarik bagi kilang-kilang di Teluk AS. Namun, investor internasional menunggu kepastian politik. Mantan manajer PDVSA, Lino Carrillo, menekankan perlunya parlemen baru agar investor berani masuk.

Kerusakan Infrastruktur

Cekungan Orinoco: rig ditinggalkan, tumpahan minyak tak tertangani, fasilitas dijarah.

Jaringan pipa: rapuh, bocor, sebagian dijual sebagai besi tua.

Kilang Paraguana: beroperasi terbatas karena kebakaran dan ledakan.

Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya raksasa minyak AS yang masih aktif, menyumbang sekitar 25% produksi nasional. Exxon Mobil dan ConocoPhillips dianggap siap mendukung pemulihan jika stabilitas politik terlihat.

Risiko dan Peluang

Harga minyak global rendah dan pasokan melimpah menjadi tantangan. Beberapa perusahaan menagih Venezuela miliaran dollar akibat nasionalisasi aset sebelumnya. Namun, cadangan minyak Venezuela terlalu besar untuk diabaikan bagi perusahaan dengan kapasitas teknis dan finansial memadai.

Kevin Book, Managing Director ClearView Energy Partners, menekankan, perusahaan akan tetap mempertimbangkan peluang investasi jika risiko seimbang dengan potensi imbal hasil, dengan syarat kontrak yang menguntungkan dan tanda stabilitas politik terlihat.

Editor: redaktur

Komentar