Tridinews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa otoritas sementara di Venezuela telah menyetujui pengalihan minyak dalam jumlah besar kepada Amerika Serikat, beberapa hari setelah operasi militer AS di negara Amerika Selatan itu.
Antara News
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Selasa (6/1), Trump menyatakan bahwa pihak berwenang sementara Venezuela akan menyerahkan antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang terkena sanksi kepada AS. Minyak tersebut akan dijual di pasar sesuai harga yang berlaku, dan hasil penjualannya “akan dikontrol oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat” demi memastikan pemanfaatannya memberi manfaat bagi rakyat Venezuela dan AS.
Antara News
Trump juga menyampaikan bahwa Menteri Energi AS, Chris Wright, telah diminta untuk segera melaksanakan rencana tersebut, dengan minyak dibawa menggunakan kapal penyimpanan langsung ke dermaga bongkar di pelabuhan AS.
Antara News
Pengumuman ini muncul di tengah situasi tegang antara Washington dan Caracas setelah pasukan AS melancarkan serangan besar ke target–target di Venezuela pada 3 Januari, yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan keterlibatan dalam narkotika dan senjata, meskipun keduanya menyatakan tidak bersalah.
Antara News
Pemerintahan Trump menggambarkan operasi dan langkah minyak ini sebagai bagian dari penegakan kembali Doktrin Monroe serta upaya memberantas dugaan perdagangan narkoba dan korupsi, sekaligus memperkuat pengaruh AS atas cadangan minyak besar Venezuela.
Antara News
Langkah ini dipandang luas sebagai titik eskalasi dalam hubungan bilateral antara AS dan Venezuela, dengan implikasi besar terhadap dinamika geopolitik dan pasar minyak global.
aljazeera.com
Trump: Venezuela Serahkan 30–50 Juta Barel Minyak ke AS
. (net)