Tridinews.com - Iran dikabarkan membuka peluang untuk menghentikan sementara program nuklirnya dengan syarat Amerika Serikat mencabut sanksi yang selama ini diberlakukan terhadap negara tersebut. Informasi itu dilaporkan The New York Post pada Jumat dengan mengutip sejumlah pejabat Iran.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa perwakilan diplomatik Iran dan Amerika Serikat tengah menggelar pertemuan di Oman. Pembahasan difokuskan pada upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah sekaligus mencegah potensi eskalasi konflik di kawasan.
Pertemuan ini menjadi negosiasi pertama setelah pembicaraan kedua negara sempat terhenti selama beberapa bulan. Jeda tersebut dipicu meningkatnya konflik terbuka antara Iran dan Israel pada Juni 2025, meskipun sebelumnya kedua negara telah menjalani lima putaran konsultasi.
Delegasi Iran dalam perundingan dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Sementara itu, tim Amerika Serikat dipimpin utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff. Menjelang pertemuan utama, kedua delegasi juga sempat melakukan pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al Busaidi, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran.
Di sisi lain, laporan NBC News sebelumnya mengungkap bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump belum memiliki gambaran yang sepenuhnya jelas terkait tujuan akhir apabila opsi aksi militer terhadap Iran benar-benar dilakukan.
Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat setelah Trump beberapa kali menyampaikan peringatan keras kepada Teheran. Pada 4 Februari lalu, Trump menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei “seharusnya sangat khawatir.” Ia juga mengancam akan melakukan “hal-hal yang sangat buruk” jika Iran tetap melanjutkan pengembangan program nuklir di fasilitas baru.
Pada Januari sebelumnya, Trump juga menyebut Amerika Serikat telah mengirim “armada besar” menuju wilayah sekitar Iran. Ia berharap langkah tersebut dapat mendorong Teheran untuk kembali ke meja perundingan dan menyepakati kesepakatan yang dinilainya “adil dan merata,” termasuk penghentian total pengembangan senjata nuklir.
Trump turut memperingatkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, potensi serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran dapat terjadi. Ia bahkan menegaskan serangan tersebut bisa berdampak “jauh lebih buruk” dibandingkan operasi militer sebelumnya.
Hingga kini, proses negosiasi masih berlangsung. Komunitas internasional terus memantau perkembangan pembicaraan tersebut karena dinilai berpengaruh besar terhadap stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
Iran Siap Hentikan Nuklir Sementara Jika Sanksi AS Dicabut
. (net)