Tridinews.com - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan tidak akan mengundurkan diri meski desakan politik terus menguat akibat penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat. Penunjukan itu menuai kontroversi karena Mandelson diketahui memiliki hubungan dengan mendiang Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang telah divonis bersalah.
Dalam pertemuan penting bersama anggota parlemen Partai Buruh, Starmer dengan tegas menyatakan tetap akan bertahan. Ia menilai mandat yang diberikan kepadanya terlalu penting untuk ditinggalkan di tengah jalan.
“Setelah berjuang begitu keras untuk mendapatkan kesempatan mengubah negara ini, saya tidak siap meninggalkan mandat dan tanggung jawab saya,” ujar Starmer, Selasa (10/2/2026), seperti dikutip AFP. Pernyataan itu disambut tepuk tangan dari sebagian anggota partainya.
Starmer juga menantang para pengkritiknya dengan menegaskan rekam jejak politiknya. Ia mengklaim selalu mampu bertahan dalam tekanan dan memenangkan setiap pertarungan politik yang dihadapinya.
Desakan agar Starmer mundur sebelumnya datang dari pemimpin Partai Buruh Skotlandia, Anas Sarwar. Dalam konferensi pers di Glasgow, Sarwar secara terbuka meminta perubahan kepemimpinan di Downing Street.
“Gangguan ini harus diakhiri, dan kepemimpinan di Downing Street harus berubah,” kata Sarwar, menjadikannya politisi Partai Buruh paling senior yang secara terbuka menyerukan pengunduran diri Starmer.
Krisis politik ini makin membesar setelah dua pejabat kunci di lingkaran dekat Starmer mengundurkan diri. Kepala Staf PM Inggris, Morgan McSweeney, lebih dulu mundur, disusul Kepala Komunikasi Downing Street, Tim Allan, yang memilih hengkang karena tekanan berat akibat mencuatnya kembali dokumen-dokumen terkait skandal Epstein.
Tim Allan menyatakan pengunduran dirinya dilakukan agar pemerintahan dapat membentuk tim baru dan meredam kegaduhan politik. Namun, meski badai kritik terus datang dari dalam dan luar partai, Starmer tetap bergeming dan menegaskan akan melanjutkan kepemimpinannya sebagai Perdana Menteri Inggris.
Diterpa Skandal Epstein, PM Inggris Keir Starmer Tolak Mundur
. (net)