Tridinews.com - Drama di balik layar balapan Grand Prix China 2026 ternyata jauh lebih panas dari yang terlihat di layar televisi. Rekaman radio yang melibatkan Max Verstappen dan tim Red Bull Racing akhirnya bocor ke publik—dan isinya penuh emosi.
Pembalap asal Belanda itu diketahui gagal finis (DNF) setelah mobilnya kehilangan tenaga saat balapan tersisa sekitar 10 putaran. Padahal, ia masih berjuang di posisi keenam dan berpeluang meraih poin penting.
Frustrasi Sejak Awal Balapan
Sejak awal lomba di Sirkuit Internasional Shanghai, Verstappen sudah menunjukkan tanda-tanda frustrasi. Ia berkali-kali mengeluhkan performa mobil, terutama soal degradasi ban dan pengendalian yang buruk.
Dalam salah satu radio tim yang bocor, ia bahkan meluapkan emosinya secara langsung:
“Kawan, tombol boost sialan saya ini!”
Keluhan tersebut menunjukkan adanya masalah serius pada sistem energi mobil, yang menjadi krusial di era regulasi baru F1 musim 2026.
Adu Mulut dengan Insinyur
Ketegangan memuncak saat Verstappen terlibat perdebatan dengan insinyur balapnya, Gianpiero Lambiase.
Lambiase mencoba memberi arahan teknis untuk memperbaiki performa, namun Verstappen justru merespons dengan nada tinggi:
“Ban saya sudah habis. Saya tidak bisa mengaturnya lagi!”
Situasi makin panas ketika terjadi miskomunikasi terkait strategi balap. Verstappen merasa kehilangan waktu karena menerapkan teknik lift-and-coast tanpa instruksi yang jelas.
“Separuh balapan saya lakukan itu, kenapa tidak ada yang memberi tahu saya?” protesnya.
Lambiase yang biasanya tenang pun terlihat mulai kehilangan kesabaran:
“Saya mencoba membantumu, Max. Itu saja.”
Akhir Pahit di Lap 44
Drama tersebut berakhir mengecewakan. Pada lap ke-44, mobil Verstappen benar-benar kehilangan tenaga dan memaksanya kembali ke pit, mengakhiri balapan lebih awal.
“Nasib buruk, maaf soal itu,” ujar Lambiase singkat.
Sinyal Masalah di Red Bull
Insiden ini bukan sekadar kegagalan teknis, tetapi juga memperlihatkan adanya retakan komunikasi di dalam tim Red Bull.
Masalah reliabilitas mesin ditambah komunikasi yang kurang solid bisa menjadi ancaman serius bagi ambisi mereka di musim 2026.
Jika tidak segera dibenahi, dominasi Red Bull yang selama ini identik dengan Verstappen bisa saja mulai goyah di tengah persaingan yang semakin ketat.
Radio Bocor Verstappen Ngamuk di F1 GP China 2026
. (net)