Tridinews.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan penolakan tegas terhadap serangan yang menargetkan ladang gas South Pars dan infrastruktur energi lainnya di Iran, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, dalam konferensi pers. Ia menegaskan bahwa PBB menentang segala bentuk serangan terhadap objek non-militer.
“Ya, kami menentang semua serangan semacam itu,” ujar Haq. Ia juga mengingatkan bahwa pihak-pihak yang terlibat konflik seharusnya menghindari serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk infrastruktur energi vital.
Sebelumnya, serangan dilaporkan menyasar South Pars—ladang gas terbesar milik Iran—serta kawasan industri Asaluyeh. Fasilitas penyimpanan dan produksi mengalami kerusakan, memicu kebakaran besar di lokasi.
Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil serta kerusakan signifikan.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, memperluas konflik yang kian memanas.
Awalnya, operasi militer tersebut disebut sebagai langkah untuk menghadapi ancaman program nuklir Iran. Namun, dalam perkembangannya, tujuan operasi juga dikaitkan dengan upaya perubahan rezim di negara tersebut.
Dalam konflik ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama serangan. Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengecam keras kejadian tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Pemerintah Rusia pun menyerukan agar semua pihak menahan diri dan segera menghentikan eskalasi konflik demi mencegah dampak yang lebih luas terhadap stabilitas global.
PBB Tolak Serangan Ladang Gas Iran, Minta Hindari Eskalasi
. (net)