Tridinews.com - Arus mudik Lebaran 2026 di jalur Nagreg dipastikan telah melewati puncaknya. Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mencatat, volume kendaraan yang melintas kini mulai menurun dan lalu lintas berangsur lebih lancar.
Kepala Humas Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menyampaikan bahwa penurunan arus kendaraan sudah terlihat sejak dini hari. Hingga pukul 08.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas tercatat sekitar 24.285 unit—jauh lebih rendah dibanding hari sebelumnya.
“Sudah bisa kami pastikan tadi malam memang menjadi puncak arus mudik. Setelah itu frekuensi kendaraan yang melintas Nagreg mulai berkurang,” ujarnya.
Sebelumnya, pada H-2 Lebaran, jalur Nagreg mencatat lonjakan signifikan dengan total 150.716 kendaraan. Angka ini naik sekitar 5 persen dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 137.032 kendaraan, sekaligus melampaui puncak arus mudik tahun 2025 yang berada di angka 142.620 kendaraan.
Jika ditarik sejak H-7 hingga H-1 Lebaran, tren pergerakan kendaraan menuju Garut dan Tasikmalaya memang terus meningkat. Mulai dari 39.011 kendaraan pada H-7, kemudian melonjak bertahap hingga mencapai puncak di H-2, sebelum akhirnya menurun pada H-1.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas jalur ini selama periode tersebut mencapai 574.575 unit—menunjukkan betapa padatnya jalur selatan Jawa Barat saat musim mudik.
Meski arus kini mulai melandai, petugas gabungan tetap disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan perjalanan pemudik tetap aman hingga hari Lebaran.
Pantauan di lapangan juga menunjukkan kondisi lalu lintas dari arah Cileunyi menuju Nagreg mulai lengang. Hanya terlihat beberapa kendaraan pemudik yang masih melintas dengan barang bawaan khas perjalanan jauh.
Situasi ini menjadi sinyal bahwa gelombang utama pemudik telah terdistribusi, dan arus lalu lintas kini memasuki fase lebih terkendali menjelang Hari Raya.
Puncak Mudik Nagreg Terlewati, Arus Kendaraan Mulai Lancar
. (net)