Tridinews.com - Upaya meredakan konflik di Jalur Gaza kembali memasuki fase krusial. Board of Peace (BoP) dilaporkan mendesak Hamas untuk segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi paling lambat akhir pekan ini.
Mengutip laporan The New York Times, Amerika Serikat menginginkan Hamas menyerahkan hampir seluruh persenjataannya. Selain itu, Hamas juga diminta memberikan peta lengkap jaringan terowongan bawah tanah yang selama ini menjadi bagian penting dari strategi militernya.
Pertemuan Penting di Mesir
Sebagai bagian dari proses negosiasi, perwakilan kedua pihak dijadwalkan bertemu di Mesir pada Selasa. Pertemuan ini bertujuan merampungkan detail kesepakatan sebelum tenggat waktu akhir pekan, meski jadwalnya masih bisa berubah sewaktu-waktu.
Lanjutan Rencana Perdamaian Gaza
Kesepakatan ini merupakan bagian dari implementasi Resolusi 2803 yang sebelumnya diadopsi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada November 2025. Resolusi tersebut mengesahkan rencana perdamaian Gaza yang telah disepakati antara Hamas dan Israel.
Pada Januari lalu, utusan khusus Presiden AS Donald Trump, yaitu Steve Witkoff, mengumumkan dimulainya tahap kedua dari rencana tersebut.
Tahap ini mencakup:
- Penarikan pasukan Israel dari Gaza
- Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF)
- Pembentukan pemerintahan baru Gaza di bawah BoP
BoP dan Upaya Global
BoP sendiri diumumkan oleh Donald Trump pada Januari 2026 sebagai forum internasional untuk mendorong perdamaian di Gaza. Sekitar 50 negara diundang bergabung, dengan pertemuan perdana digelar di Washington dan dihadiri perwakilan dari 20 negara.
Situasi Masih Memanas
Meski proses diplomasi terus berjalan, bentrokan di lapangan belum sepenuhnya mereda. Pertempuran antara kelompok pejuang Palestina dan pasukan Israel masih dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Gaza.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kesepakatan sedang dirancang, jalan menuju perdamaian yang stabil masih penuh tantangan dan ketidakpastian.