AS Tutup Misi di Gaza, Gagal Jaga Gencatan Senjata

as-tutup-misi-di-gaza-gagal-jaga-gencatan-senjata . (net)

Tridinews.com - Amerika Serikat dikabarkan akan menutup misinya di Jalur Gaza setelah upaya menjaga gencatan senjata antara Israel dan Hamas dinilai tidak berjalan efektif. Keputusan ini muncul di tengah terus berlanjutnya serangan Israel dan belum tercapainya stabilitas di wilayah Palestina tersebut.

Laporan Reuters pada Jumat menyebutkan, misi yang akan ditutup adalah Pusat Koordinasi Sipil-Militer atau Civil-Military Coordination Center (CMCC). Pusat ini sebelumnya dibentuk untuk memastikan Israel dan Hamas mematuhi gencatan senjata serta menjamin kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Namun, CMCC dinilai gagal menjalankan tugas utamanya. Ketidakmampuan menjaga gencatan senjata dan memastikan bantuan kemanusiaan tetap mengalir menjadi alasan utama penghentian misi tersebut.

Sebagai penggantinya, Amerika Serikat disebut akan membentuk misi keamanan internasional baru yang tetap dipimpin oleh Washington. Misi ini akan bertugas mengawasi situasi keamanan di Gaza secara lebih luas.

Menurut sejumlah diplomat yang berbicara kepada Reuters, sekitar 40 tentara AS direncanakan akan bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional yang akan ditempatkan di wilayah tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana perdamaian yang sebelumnya diajukan Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Gaza.

Pada November 2025, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui resolusi yang diajukan AS untuk mendukung rencana komprehensif tersebut. Resolusi itu mendapat 13 suara dukkung, sementara Rusia dan China memilih abstain.

Rencana perdamaian AS mencakup pembentukan pemerintahan internasional sementara untuk Gaza. Selain itu, dibentuk pula Dewan Perdamaian yang dipimpin langsung oleh Donald Trump, serta mandat bagi pasukan stabilisasi internasional yang akan bekerja sama dengan Israel dan Mesir.

Meski fase kedua dari rencana perdamaian Trump telah diumumkan, kondisi di lapangan masih jauh dari kata stabil. Serangan dan gempuran militer Israel terus berlangsung di berbagai wilayah Gaza.

Di sisi lain, Hamas juga tetap menolak untuk melucuti senjata, yang membuat proses perdamaian semakin sulit dicapai.

Situasi ini menunjukkan bahwa upaya diplomatik internasional masih menghadapi tantangan besar. Penutupan misi AS di Gaza menjadi sinyal bahwa strategi sebelumnya belum mampu menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Editor: redaktur

Komentar