Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Hubungan Memanas

trump-tarik-5000-pasukan-as-dari-jerman-hubungan-memanas . (net)

Tridinews.com - Hubungan antara Amerika Serikat dan Jerman semakin memanas setelah perselisihan terbuka antara Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Ketegangan ini berujung pada keputusan Pentagon yang resmi menarik sekitar 5.000 personel militer AS dari pangkalan mereka di Jerman. Langkah tersebut diumumkan hanya dua hari setelah Trump melontarkan ancaman pengurangan pasukan di negara sekutu NATO itu.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah menandatangani perintah penarikan tersebut, yang dijadwalkan selesai dalam enam hingga dua belas bulan ke depan.

Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menjelaskan bahwa keputusan itu merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap strategi militer AS di kawasan Eropa.

Menurutnya, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional serta kondisi terkini di lapangan.

Meski begitu, Pemerintah Jerman merespons dengan tenang. Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan Berlin telah mengantisipasi kemungkinan tersebut dan terus berdiskusi intensif bersama sekutu NATO.

Namun, keputusan ini tetap memicu kekhawatiran banyak analis karena Jerman selama puluhan tahun menjadi pusat komando penting bagi pasukan Amerika di Eropa.

Awal Perselisihan Trump dan Merz

Konflik bermula saat Friedrich Merz melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Trump, khususnya terkait Iran.

Dalam diskusi bersama pelajar di Marsberg, Jerman, Merz menilai AS sedang berada dalam posisi yang memalukan karena terus “dipermalukan” oleh diplomasi Iran.

Ia menyebut Iran, khususnya Islamic Revolutionary Guard Corps, sangat piawai dalam negosiasi dan justru membuat delegasi AS pulang tanpa hasil dari pembicaraan di Islamabad.

Sindiran itu langsung dibalas Trump yang menilai Merz tidak memahami isu nuklir maupun strategi menghadapi Iran.

Trump bahkan menegaskan bahwa kebijakan “tekanan maksimum” yang ia jalankan saat periode pertamanya—termasuk keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dan menjatuhkan sanksi ekonomi—telah berhasil melemahkan Iran secara finansial.

Merz Berubah Sikap

Setelah mendapat tekanan dari Washington, Merz kemudian mengubah arah pernyataannya dengan melontarkan kritik keras kepada Iran.

Ia mendesak agar sanksi internasional terhadap Teheran kembali diperketat, terutama karena kekhawatiran atas potensi blokade Selat Hormuz.

Menurut Merz, jika Selat Hormuz terus diblokade, dampaknya akan sangat fatal bagi ekonomi global dan Iran harus dipaksa kembali ke meja perundingan.

Namun, pemerintah Iran menanggapi dingin pernyataan tersebut dan menilai Jerman hanyalah bayang-bayang kebijakan AS yang tidak memiliki kemandirian politik seperti Inggris maupun Prancis.

Editor: redaktur

Komentar