Tridinews.com - Presiden Donald Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menjual 100 juta barel minyak dari Venezuela dan mengirimkannya ke Texas untuk diolah.
Dalam sebuah forum di Florida, Trump mengatakan hubungan Washington dengan Venezuela saat ini berjalan sangat baik. Ia menyebut minyak tersebut telah dikirim ke Texas untuk diproses di kilang-kilang AS, dan dalam satu bulan ke depan akan ada tambahan 100 juta barel lagi. Klaim serupa juga diberitakan oleh Anadolu Agency.
Trump juga sebelumnya menyatakan bahwa Washington berpotensi meraup ratusan miliar dolar dari penjualan minyak Venezuela. Ia bahkan memperingatkan perusahaan-perusahaan minyak Amerika agar menanamkan investasi minimal 100 miliar dolar AS di Venezuela.
Menurut Trump, AS siap menangani pengolahan minyak Venezuela secara penuh dan menjadikan sektor energi sebagai bagian penting dari strategi ekonomi baru antara kedua negara.
Rusia Kritik Kebijakan AS
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelumnya menilai perusahaan-perusahaan Rusia dipaksa keluar dari Venezuela setelah AS melancarkan operasi besar terhadap negara itu pada awal Januari dan menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya.
Lavrov menyebut larangan transaksi minyak Venezuela dengan Rusia, China, Iran, Korea Utara, dan Kuba yang diberlakukan Departemen Keuangan AS sebagai bentuk diskriminasi langsung terhadap sejumlah negara.
Ia juga menyoroti bahwa berdasarkan perjanjian baru antara AS dan Venezuela pasca perubahan kekuasaan di Caracas, pendapatan dari minyak kini dikumpulkan dalam rekening yang dikendalikan Washington.
AS Ingin Kendalikan Penjualan Minyak Venezuela
Menteri Energi AS Chris Wright turut menegaskan bahwa pemerintah AS berencana menangani secara mandiri seluruh penjualan minyak yang diproduksi Venezuela.
Sementara itu, data Reuters menunjukkan ekspor minyak Venezuela pada April 2026 naik 14 persen menjadi sekitar 1,23 juta barel per hari—tertinggi sejak 2018—dengan ekspor ke AS mencapai sekitar 445 ribu barel per hari. Hal ini menunjukkan hubungan energi kedua negara memang sedang meningkat signifikan.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi besar Washington untuk memperkuat pengaruhnya di sektor energi Amerika Latin sekaligus mengamankan pasokan minyak bagi pasar domestik AS.
Trump Klaim AS Sudah Jual 100 Juta Barel Minyak Venezuela
. (net)