Tridinews.com - OPEC+ resmi menyepakati penambahan produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari mulai Juni 2026. Langkah ini diambil di tengah gejolak harga energi global akibat ketegangan geopolitik dan upaya menjaga stabilitas pasokan minyak dunia.
Keputusan tersebut menjadi perhatian besar pasar energi global, terutama setelah salah satu negara Teluk memutuskan keluar dari kelompok itu. Negara tersebut menilai langkah tersebut lebih sesuai dengan kepentingan nasional setelah melakukan tinjauan menyeluruh terhadap kebijakan energi dan kapasitas produksinya.
Meski tekanan pasar masih tinggi, harga minyak dunia sempat mengalami penurunan pada Jumat (1/5/2026) setelah Iran mengajukan proposal perdamaian terbaru kepada para mediator di Pakistan.
Langkah diplomatik itu kembali memunculkan harapan bahwa penyelesaian konflik dengan Amerika Serikat (AS) masih memungkinkan, sehingga pasar merespons dengan penurunan harga minyak.
Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat turun sekitar 3 persen dan ditutup di level US$101,94 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai patokan internasional turun hampir 2 persen dan ditutup pada US$108,17 per barel.
Meski mengalami koreksi, harga tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum perang dimulai. Kedua patokan harga minyak dunia itu tercatat masih naik hampir 78 persen dibandingkan awal tahun 2026.
Kenaikan harga energi global ini terus menjadi perhatian negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, karena berdampak langsung terhadap stabilitas pasokan energi dan beban subsidi dalam negeri.
Dengan tambahan produksi dari OPEC+, pasar berharap tekanan harga minyak dapat sedikit mereda dalam beberapa bulan ke depan.
OPEC+ Tambah Produksi Minyak 188 Ribu Barel per Hari Mulai Juni
. (net)