Tridinews.com - Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu dalam operasi pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga Senin, total 29 jenazah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii mengatakan, pada operasi pencarian hari ini ditemukan empat jenazah hingga pukul 13.00 WIB. Dengan temuan tersebut, jumlah korban yang berhasil dievakuasi sejak awal operasi bertambah menjadi 29 orang.
“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak empat jenazah, sehingga total korban yang diserahkan berjumlah 29 sejak pertama kali operasi SAR dilaksanakan,” ujar Syafii di Bandung.
Meski demikian, tantangan masih besar. Tim SAR memperkirakan sekitar 61 korban lainnya masih tertimbun material longsor. Dari total jenazah yang telah ditemukan, 17 korban dilaporkan sudah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Untuk jumlah korban yang telah teridentifikasi, kewenangan secara hukum berada pada pihak Polri. Informasi terakhir yang saya terima, 17 korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga,” tambahnya.
Operasi pencarian kembali dilanjutkan dengan mengerahkan personel gabungan dari berbagai unsur serta sembilan alat berat yang difokuskan di sejumlah titik terdampak. Upaya ini juga diperkuat dengan dukungan dari udara untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
“Tiga helikopter dioperasikan hari ini, masing-masing dari TNI AU, TNI AD, dan TNI AL. Selain itu, pemantauan juga dilakukan menggunakan drone,” jelas Syafii.
Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Akses jalan yang terbatas menuju lokasi longsor menjadi salah satu kendala utama. Kondisi tersebut membuat hanya alat berat berukuran kecil hingga sedang yang bisa digunakan.
“Karena keterbatasan ruang jalan, tidak semua alat berat bisa masuk ke lokasi. Ini tentu mempengaruhi kecepatan evakuasi,” ujarnya.
Syafii juga mengungkapkan bahwa longsor Cisarua memiliki skala yang besar dan kompleks. Berdasarkan pengukuran sementara, panjang lidah longsor diperkirakan mencapai 2.009 meter dengan lebar terluas sekitar 140 meter, serta memiliki dua mahkota longsor.
“Angka ini masih perkiraan karena longsoran melebar ke kiri dan kanan,” katanya.
Ia menegaskan, operasi pencarian dan pertolongan akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan personel. Operasi SAR dijadwalkan dievaluasi pada hari ketujuh, sementara pemerintah daerah melalui BPBD telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.
29 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dievakuasi, 61 Orang Masih Dicari
. (net)