Tridinews.com - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan permintaan maaf setelah menunjuk Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat, menyusul mencuatnya skandal hubungan Mandelson dengan terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Starmer menunjuk Mandelson pada Februari 2025. Namun, pada September tahun yang sama, Mandelson diberhentikan dari jabatannya setelah hubungan dengan Epstein terungkap ke publik. Pada 1 Februari 2026, Mandelson juga mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Buruh.
Dalam konferensi pers pada Kamis (5/2), Starmer mengakui kesalahannya atas keputusan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada para korban Epstein.
"Saya minta maaf karena percaya dengan kebohongan Mandelson dan menunjuknya," kata Starmer.
Ia juga menyatakan penyesalan karena para korban harus kembali menghadapi luka lama akibat kembali mencuatnya kasus tersebut, sekaligus mengakui kegagalan pemerintah dalam memastikan adanya pertanggungjawaban.
Skandal ini memicu tekanan politik terhadap Starmer. Sejumlah partai oposisi bahkan menyerukan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya.
Kontroversi kembali mencuat setelah Wakil Jaksa Agung Amerika Serikat, Todd Blanche, pada 30 Januari mengumumkan rampungnya publikasi dokumen kasus Epstein. Total dokumen yang dirilis disebut melampaui 3,5 juta berkas.
Dalam dokumen tersebut, Mandelson tercatat menerima dana sebesar 75.000 dolar AS atau sekitar Rp1,2 miliar dari Epstein pada periode 2003 hingga 2004.
Selain itu, laporan tabloid The Sun pada September 2025 menyebut Mandelson pernah meyakinkan Epstein, yang saat itu terjerat kasus prostitusi anak di bawah umur, dengan mengatakan bahwa teman-temannya tetap mendukungnya.
Sebelum Epstein dijatuhi hukuman 18 bulan penjara melalui kesepakatan pengurangan hukuman, Mandelson juga disebut mendorong Epstein untuk berjuang agar bisa memperoleh pembebasan lebih cepat.
Dalam sejumlah surat, Mandelson dilaporkan mengungkapkan kemarahannya terhadap proses persidangan Epstein di Amerika Serikat serta menyarankan Epstein untuk menyikapi perkara tersebut secara “filosofis.”
Kasus ini kembali menambah sorotan terhadap hubungan sejumlah tokoh politik dan publik dengan Epstein, yang sebelumnya meninggal dunia pada 2019 saat menjalani proses hukum atas kasus perdagangan seks.
Starmer Minta Maaf Usai Tunjuk Mandelson, Terseret Skandal Epstein
. (net)