Mendagri Targetkan Tak Ada Pengungsi Tinggal di Tenda sebelum Lebaran

mendagri-targetkan-tak-ada-pengungsi-tinggal-di-tenda-sebelum-lebaran . (net)

Tridinews.com - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menargetkan tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Target tersebut menjadi fokus pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito menegaskan pemerintah ingin memastikan para korban bencana dapat segera menempati hunian yang lebih layak.

“Saya sengaja mengundang kaitan dengan masalah pengungsian, terutama yang masih ada di tenda karena kita berharap sebelum Lebaran tidak ada lagi yang ada di tenda,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Tito, pemerintah mendorong agar para pengungsi yang masih tinggal di tenda segera dipindahkan ke hunian sementara (huntara). Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai alternatif solusi tempat tinggal bagi masyarakat terdampak bencana.

Langkah tersebut dinilai penting agar para pengungsi memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman sebelum memasuki perayaan Idul Fitri.

Tito menilai kondisi pengungsi yang masih bertahan di tenda hingga memasuki bulan ketiga setelah bencana menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak ideal apabila dibiarkan terlalu lama.

“Kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk di bulan ketiga setelah akhir November, tidak elok kalau mereka masih di tenda,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi di wilayah terdampak terus mengalami penurunan. Di Provinsi Sumatera Barat, misalnya, saat ini sudah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda.

Namun di beberapa wilayah lain, pengungsi masih tercatat berada di tenda. Di Provinsi Aceh, pengungsi masih tersebar di sejumlah daerah seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, dan Gayo Lues.

Sementara di Provinsi Sumatera Utara, pengungsi masih ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

Tito menegaskan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait terus mencari solusi terbaik agar para pengungsi bisa segera meninggalkan tenda darurat.

“Intinya kita melihat masih ada yang ada di tenda, dan ini perlu kita selesaikan. Kita perlu mencari solusinya supaya mereka tidak ada lagi di tenda,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa percepatan pembangunan hunian sementara maupun penyaluran Dana Tunggu Hunian harus terus dilakukan. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan efektif.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap seluruh korban bencana dapat segera memperoleh tempat tinggal yang lebih layak sekaligus memulihkan kehidupan mereka secara bertahap.

Editor: redaktur

Komentar