Tridinews.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengancam akan membalas serangan militer Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas militer di Pulau Kharg.
Ancaman tersebut disampaikan oleh juru bicara militer Iran pada Jumat (13/3/2026). Pemerintah Iran menegaskan tidak akan tinggal diam setelah fasilitas militer di pulau strategis tersebut diserang.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip Al Jazeera, Iran bahkan mengancam akan menargetkan aset energi milik Amerika Serikat sebagai bentuk pembalasan.
Target yang dimaksud termasuk kilang minyak, terminal ekspor, hingga jalur distribusi energi yang beroperasi bersama perusahaan atau sekutu Amerika Serikat di kawasan.
Serangan guncang Pulau Kharg
Peringatan tersebut muncul tak lama sebelum militer AS menggempur Pulau Kharg yang dikenal sebagai pusat ekspor minyak Iran.
Serangan dilaporkan menargetkan sejumlah instalasi militer di kawasan tersebut. Sedikitnya lebih dari 15 ledakan terdengar di pulau itu.
Asap tebal terlihat membumbung tinggi setelah beberapa fasilitas penting terkena serangan, termasuk pangkalan angkatan laut Joshen, menara kontrol bandara, serta hanggar helikopter.
Iran sebut eskalasi serius
Meski serangan tersebut dilaporkan hanya menghantam instalasi pertahanan dan tidak merusak infrastruktur minyak, Iran tetap menilai tindakan tersebut sebagai eskalasi serius dalam konflik yang tengah berlangsung.
Pemerintah Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas militer di Pulau Kharg berpotensi memicu respons keras yang dapat menargetkan kepentingan energi Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Iran Ancam Targetkan Aset Minyak AS Usai Serangan Pulau Kharg
. (net)