Tridinews.com - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak pernah meminta gencatan senjata maupun membuka negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Dalam wawancara dengan CBS News yang ditayangkan Minggu (15/3/2026), Araghchi membantah klaim bahwa Teheran ingin segera menghentikan konflik. Ia menegaskan Iran siap mempertahankan diri selama diperlukan.
“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah minta negosiasi. Kami siap membela diri selama yang diperlukan,” kata Araghchi.
Menurutnya, operasi militer Iran akan terus berlanjut hingga Presiden AS Donald Trump menyadari bahwa serangan terhadap Iran merupakan tindakan yang disebutnya sebagai perang ilegal dan tidak akan menghasilkan kemenangan.
Araghchi juga menilai tidak ada alasan bagi Iran untuk kembali berunding dengan Amerika Serikat. Ia menyinggung bahwa serangan terhadap Iran terjadi saat kedua negara sedang menjalani proses perundingan.
“Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berunding dengan pihak Amerika, karena saat itu kami sedang berunding dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami, dan itu adalah yang kedua kalinya,” ujarnya.
Selat Hormuz Tetap Dibuka
Terkait situasi di Selat Hormuz, Araghchi menegaskan Iran tidak menutup jalur pelayaran strategis tersebut. Ia menyebut keputusan terkait keamanan pelayaran berada di tangan militer Iran.
Meski begitu, ia memastikan sejumlah kapal dari berbagai negara masih diizinkan melintas dengan aman melalui jalur perairan tersebut.
Isu Nuklir Iran
Dalam kesempatan itu, Araghchi juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir.
Ia menyebut dalam perundingan sebelumnya dengan Amerika Serikat, Iran telah menyetujui langkah pengenceran uranium yang diperkaya. Namun, bahan nuklir yang tersisa kini disebut telah terkubur akibat serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
“Semuanya terkubur di bawah reruntuhan,” kata Araghchi, seraya menambahkan bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk mengambil kembali uranium yang telah rusak tersebut.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan sikap keras Teheran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menlu Iran Tegaskan Tak Pernah Minta Gencatan Senjata ke AS
. (net)