Tridinews.com - Pemerintah Iran melaporkan ratusan korban sipil tewas akibat serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.
Kementerian Kesehatan Iran pada Minggu (15/3/2026) menyatakan sedikitnya 223 perempuan dan 202 anak-anak tewas dalam serangan tersebut. Data tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dimuat oleh Fars News Agency.
Dalam laporan itu disebutkan, korban meninggal dunia termasuk tiga perempuan hamil serta 12 anak yang masih berusia di bawah lima tahun. Selain korban jiwa, sedikitnya 41 anak dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Infrastruktur Kesehatan Ikut Rusak
Kementerian Kesehatan Iran juga menyebut serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas kesehatan di berbagai wilayah negara itu.
Sedikitnya 153 pusat layanan kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan udara yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Kerusakan tersebut dinilai memperparah kondisi kemanusiaan karena berdampak langsung terhadap pelayanan medis bagi masyarakat yang terdampak konflik.
Konflik Memanas Sejak Akhir Februari
Permusuhan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan terhadap Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Serangan balasan tersebut juga diarahkan ke negara-negara yang menampung fasilitas militer Amerika Serikat, termasuk Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk.
Situasi ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan yang selama ini menjadi pusat ketegangan geopolitik dunia.
Iran: 425 Perempuan dan Anak Tewas dalam Serangan AS-Israel
. (net)