IHSG Dibuka Melemah ke 7.115, Sentimen Perang AS–Iran Tekan Pasar

ihsg-dibuka-melemah-ke-7115-sentimen-perang-asiran-tekan-pasar . (net)

Tridinews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Senin (16/3/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter global di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, IHSG turun 21,76 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.115,45. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga melemah 3,38 poin atau 0,46 persen ke level 724,95.

Investor Disarankan Wait and See

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyarankan investor untuk lebih berhati-hati menghadapi potensi gejolak pasar global.

Menurutnya, pelaku pasar sebaiknya memperbanyak sikap wait and see serta menyimpan lebih banyak dana tunai menjelang periode libur Lebaran ketika perdagangan di BEI tidak beroperasi.

“Kiwoom Research masih menyarankan untuk memperbanyak sikap wait and see, simpan lebih banyak cash demi mengantisipasi gejolak global selama IDX tidak beroperasi (libur Lebaran),” ujar Liza dalam kajiannya.

Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Dari pasar global, perhatian investor tertuju pada pertemuan Federal Reserve melalui rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17–18 Maret 2026.

Pertemuan tersebut akan merilis proyeksi ekonomi terbaru sekaligus memberikan sinyal arah suku bunga di tengah lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Pasar kini memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS semakin kecil. Ekspektasi sebelumnya dua kali pemotongan suku bunga hingga akhir tahun kini turun menjadi kurang dari satu kali pemangkasan.

Data Ekonomi AS Campuran

Data ekonomi terbaru dari AS menunjukkan kombinasi pertumbuhan yang melambat namun inflasi tetap tinggi. Produk domestik bruto (PDB) AS kuartal IV 2025 direvisi turun menjadi 0,7 persen.

Di sisi lain, inflasi inti yang tercermin dalam indeks Core Personal Consumption Expenditures (PCE) Januari tercatat naik 3,1 persen, jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Geopolitik dan Energi Jadi Sorotan

Pelaku pasar juga memantau perkembangan konflik antara AS dan Iran, termasuk potensi serangan lanjutan terhadap fasilitas energi serta kemungkinan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Selain itu, perhatian tertuju pada dinamika geopolitik lain seperti pembicaraan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon terkait kelompok Hezbollah.

Di sisi lain, hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China juga menjadi sorotan menjelang rencana pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping pada akhir Maret 2026.

Bursa Global Ikut Melemah

Pada perdagangan akhir pekan lalu, sejumlah indeks saham global juga mencatat pelemahan. Indeks S&P 500 turun 0,6 persen, Nasdaq Composite melemah 0,9 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,3 persen.

Di Eropa, indeks Euro Stoxx 50 turun 0,56 persen, FTSE 100 melemah 0,42 persen, DAX terkoreksi 0,60 persen, serta CAC 40 turun 0,91 persen.

Sementara di Asia, indeks Nikkei 225 melemah 1,31 persen dan Shanghai Composite turun 0,95 persen. Sebaliknya, Hang Seng Index dan Straits Times Index tercatat masih bergerak menguat tipis.

Editor: redaktur

Komentar