Tridinews.com - Kota Dimona di Gurun Negev, Israel, dilaporkan mengalami kerusakan signifikan setelah dihantam rudal balistik dari Iran dalam operasi militer bertajuk True Promise 4, Sabtu waktu setempat.
Serangan tersebut memicu kepanikan luas setelah sistem pertahanan udara Israel gagal mencegat rudal yang masuk. Media lokal bahkan menyebut kejadian ini sebagai salah satu malam paling sulit sejak konflik meningkat pada akhir Februari lalu.
Laporan medis awal mencatat lebih dari 100 orang terluka di Dimona dan kota Arad, dengan sedikitnya 11 orang dalam kondisi kritis, termasuk anak-anak.
Beberapa jam setelah serangan pertama, rudal lain juga menghantam Arad dan menyebabkan kerusakan tambahan serta puluhan korban luka. Saksi mata melaporkan banyak ambulans dan helikopter militer dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari lokasi.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menggambarkan situasi tersebut sebagai “malam yang sangat berat” bagi negaranya.
“Kita akan terus menyerang musuh kita di semua lini dengan tekad yang kuat,” tegasnya.
Pertahanan Udara Gagal Total
Militer Israel mengonfirmasi bahwa rudal yang digunakan memiliki hulu ledak besar, sekitar setengah ton bahan peledak. Meski sistem pertahanan udara telah melakukan dua kali upaya intersepsi, keduanya gagal menjatuhkan rudal.
Penyelidikan kini dilakukan untuk mengetahui penyebab kegagalan tersebut, meski pihak militer menyebut jenis rudal yang digunakan bukan ancaman baru.
Iran Klaim Dominasi Rudal
Dari pihak Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim serangan ini sebagai bukti keberhasilan strategi baru mereka.
Komandan Dirgantara IRGC menyebut pihaknya telah mencapai “dominasi rudal” atas wilayah Israel dan menggunakan taktik yang disebut akan mengejutkan pihak lawan.
Target serangan tidak hanya terbatas di Dimona, tetapi juga mencakup kota-kota strategis lain seperti Tel Aviv, Yerusalem, dan Haifa, serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Serangan ini menandai eskalasi besar dalam konflik yang tengah berlangsung, sekaligus meningkatkan kekhawatiran dunia akan kemungkinan perang regional yang lebih luas.
Rudal Iran Hantam Dimona, Pertahanan Israel Gagal
. (net)