Tridinews.com - Militer Iran mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 fighter jet milik musuh di kawasan Teluk Arab, tepatnya di sekitar Pulau Hormuz, Minggu (22/3/2026).
Menurut pernyataan resmi yang dilaporkan Press TV dan Al Jazeera, jet tersebut ditembak oleh sistem pertahanan udara Iran menggunakan rudal darat ke udara setelah diduga melanggar wilayah udara di bagian selatan negara itu.
“Jet tempur musuh berhasil dicegat dan ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan udara. Investigasi terkait nasib pesawat masih berlangsung,” demikian pernyataan militer Iran.
Hingga kini, belum ada konfirmasi maupun bantahan resmi dari Amerika Serikat maupun Israel terkait klaim tersebut.
Sebelumnya, Iran juga mengaku telah menembak jet tempur F-35 fighter jet milik AS pada 19 Maret 2026. Namun, pihak militer AS melalui juru bicara United States Central Command menyatakan pesawat itu berhasil mendarat darurat dan pilot dalam kondisi selamat.
Tak hanya itu, Iran juga disebut menargetkan jet tempur F-16 fighter jet milik Israel. Meski begitu, militer Israel menegaskan tidak ada kerusakan pada pesawat mereka meskipun sempat menjadi sasaran rudal.
Insiden ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan di kawasan, terutama setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.
Trump mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika jalur pelayaran strategis tersebut tidak dibuka dalam waktu 48 jam. Ancaman ini langsung dibalas oleh Teheran.
Melalui Komando Operasional Khatam al-Anbiya, Iran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energinya akan dibalas dengan menargetkan fasilitas vital milik AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini menandai eskalasi serius dalam konflik yang berpotensi meluas. Klaim penembakan jet tempur, meski belum terverifikasi independen, memperlihatkan bahwa konfrontasi kini semakin dekat ke benturan militer langsung antara kekuatan besar di kawasan.
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet F-15 di Dekat Hormuz
. (net)