Tridinews.com - Isu dugaan ijazah palsu kembali mencuat setelah Roy Suryo menyoroti gelar akademik milik Rismon Sianipar yang disebut tidak lazim digunakan di Jepang. Sorotan ini muncul di tengah laporan dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 dari Universitas Yamaguchi, Jepang.
Menurut Roy, gelar Doctor of Engineering atau Dr. Eng. yang digunakan Rismon lebih umum ditemukan di negara seperti Jerman, bukan Jepang. Ia mengaku sempat mempertanyakan hal tersebut, meski awalnya masih memberi kemungkinan adanya program internasional yang menggunakan penamaan berbeda.
“Saya sempat bingung karena Dr. Eng. itu jarang dipakai di Jepang. Biasanya di Jerman,” ujar Roy.
Kasus ini semakin serius setelah laporan dari kubu Jokowi Mania yang dipimpin Andi Azwan diterima oleh Polda Metro Jaya. Laporan tersebut menuding ijazah magister dan doktoral milik Rismon diduga palsu.
Roy pun kini memilih tidak membela Rismon. Ia menilai proses hukum yang berjalan menunjukkan bahwa kasus ini tidak bisa dianggap sepele. Bahkan, ia menyebut ada informasi bahwa penyidik telah bergerak ke Jepang untuk melakukan penelusuran langsung ke Universitas Yamaguchi.
Di sisi lain, Andi Azwan mengklaim pihak universitas tidak mengenal Rismon sebagai alumninya. Ia juga menyoroti sejumlah kejanggalan, termasuk kemampuan bahasa Jepang Rismon yang dinilai tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Kasus ini turut berkaitan dengan polemik sebelumnya soal ijazah Joko Widodo. Rismon sendiri diketahui sempat melontarkan tudingan, namun kemudian meminta maaf dan mengajukan restorative justice.
Meski demikian, Andi menegaskan masih ada proses hukum lain yang berjalan terkait dugaan ijazah palsu tersebut. Ia menilai permintaan maaf tidak serta-merta menghapus potensi pelanggaran hukum.
Sementara itu, Roy Suryo menegaskan posisinya untuk tidak ikut campur lebih jauh. Ia meminta Rismon bertanggung jawab atas persoalan yang kini dihadapi.
“Silakan dipertanggungjawabkan. Saya tidak akan membela atau menyerang,” tegasnya.
Kasus ini kini memasuki tahap penyelidikan dan berpotensi berkembang lebih jauh, seiring upaya verifikasi langsung ke pihak universitas di Jepang.
Roy Suryo Soroti Gelar Rismon, Kasus Ijazah Memanas
. (net)