Tridinews.com - Sebanyak 22 negara mulai bergerak bersama untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang saat ini terganggu akibat konflik di Timur Tengah. Mayoritas negara yang terlibat merupakan anggota NATO, dengan dukungan dari beberapa negara mitra.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengungkapkan bahwa koordinasi ini sudah berlangsung sejak Kamis (19/3). Tujuannya jelas, memastikan Selat Hormuz bisa kembali dibuka dan digunakan secepat mungkin.
“Kabar baiknya, sejak Kamis sudah ada kelompok 22 negara yang berkumpul untuk memastikan Selat Hormuz tetap bebas dan terbuka,” ujar Rutte.
Selain negara-negara NATO, beberapa negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Uni Emirat Arab, dan Bahrain juga turut bergabung dalam pembahasan ini.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang berdampak langsung pada keamanan jalur laut tersebut. Sebelumnya, Presiden Donald Trump sempat mengkritik NATO karena dinilai kurang aktif membantu membuka blokade di kawasan itu.
Meski begitu, Rutte menegaskan bahwa kerja sama internasional tetap berjalan. Saat ini, negara-negara tersebut masih membahas langkah konkret, termasuk kemungkinan operasi militer, untuk mengamankan jalur strategis tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sebagian besar pasokan minyak dan gas dari kawasan Teluk melewati jalur ini. Ketika akses terganggu, dampaknya langsung terasa secara global, mulai dari lonjakan harga energi hingga tekanan pada ekonomi banyak negara.
Ketegangan bermula sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke berbagai target di Timur Tengah.
Akibat situasi tersebut, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sempat terhenti total. Dampaknya, distribusi energi global terganggu dan harga bahan bakar di berbagai negara ikut melonjak.
Kini, upaya bersama puluhan negara ini diharapkan bisa menjadi titik awal untuk menstabilkan kembali jalur energi dunia sekaligus meredakan dampak krisis yang lebih luas.
22 Negara Bersatu Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka
. (net)