Tridinews.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah muncul kabar soal adanya negosiasi di antara kedua negara. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Melalui pernyataannya di media sosial, Ghalibaf menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan apa pun yang sedang berlangsung dengan Washington. Ia bahkan menyebut kabar tersebut sebagai “berita palsu” yang sengaja disebarkan untuk memengaruhi pasar global.
Menurutnya, isu negosiasi ini bukan tanpa tujuan. Ia menilai informasi tersebut digunakan untuk memanipulasi pasar minyak dan finansial, sekaligus mengalihkan perhatian dari situasi sulit yang tengah dihadapi AS dan sekutunya, termasuk Israel.
Ghalibaf juga menegaskan sikap keras pemerintah dan rakyat Iran. Ia menyebut masyarakat menginginkan balasan tegas terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai agresor dalam konflik yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya mengatakan bahwa komunikasi dengan Teheran berjalan positif dalam dua hari terakhir. Trump bahkan mengaku telah menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari sebagai bentuk membuka ruang dialog.
Konflik di kawasan Teluk Persia sendiri terus meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari. Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Iran berupa serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah di Timur Tengah.
Dampaknya pun meluas, tidak hanya pada aspek militer, tetapi juga terhadap ekonomi global. Gangguan pada jalur energi, terutama di kawasan strategis, membuat pasar minyak bergejolak dan memicu kekhawatiran di berbagai negara.
Dengan pernyataan terbaru dari Iran ini, peluang meredanya konflik dalam waktu dekat tampak masih belum pasti, sementara situasi di kawasan tetap berada dalam tensi tinggi.
Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Sebut Isu Hoaks
. (net)