Trump Optimis Iran Serius Negosiasi, Beri Waktu 5 Hari

trump-optimis-iran-serius-negosiasi-beri-waktu-5-hari . (net)

Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan nada optimistis terkait perkembangan komunikasi dengan Iran di tengah konflik yang masih berlangsung. Ia menilai Teheran kini benar-benar serius untuk mencapai kesepakatan.

Dalam pernyataannya saat menghadiri diskusi di Memphis, Trump menyebut pembicaraan tengah berlangsung untuk melihat peluang tercapainya kesepakatan yang lebih luas.

“Saya pikir ada peluang yang sangat bagus kita akan mencapai kesepakatan. Ini bisa menjadi kesepakatan yang baik untuk semua pihak,” ujarnya.

Trump bahkan menegaskan bahwa Iran hanya memiliki “satu kesempatan lagi” untuk mengakhiri ketegangan dengan Amerika Serikat. Ia juga memberikan tenggat waktu tambahan selama lima hari bagi Iran untuk menunjukkan kemajuan dalam proses negosiasi.

Meski demikian, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan apa pun yang sedang berlangsung dengan Washington.

Ia menyebut kabar negosiasi itu sebagai “berita palsu” yang bertujuan memengaruhi pasar keuangan dan harga minyak global.

Di tengah perbedaan klaim tersebut, upaya mediasi internasional mulai menguat. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, diketahui menjalin komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan.

Turki bersama sejumlah negara seperti Qatar, Arab Saudi, Pakistan, Mesir, dan Uni Eropa disebut aktif menjembatani komunikasi antara kedua pihak demi meredakan konflik.

Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, juga mengonfirmasi bahwa negaranya telah menyampaikan pesan penting kepada Iran yang berfokus pada upaya de-eskalasi.

Sejumlah sumber diplomatik menyebut komunikasi tidak langsung antara AS dan Iran terus berlangsung melalui negara-negara perantara tersebut. Langkah ini dinilai berhasil menahan potensi eskalasi lebih jauh, terutama serangan terhadap infrastruktur energi yang bisa berdampak besar bagi pasokan global.

Di tengah situasi yang masih penuh ketidakpastian, pernyataan optimistis Trump setidaknya memberi sinyal adanya peluang diplomasi—meski jalan menuju kesepakatan damai masih belum sepenuhnya jelas.

Editor: redaktur

Komentar