Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington kini tengah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang dianggap tepat dari Iran untuk mendorong tercapainya kesepakatan damai.
Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa Iran menunjukkan keinginan besar untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Bahkan, ia menyebut Teheran telah mengirimkan “hadiah besar” bernilai tinggi sebagai sinyal keseriusan dalam membuka jalan diplomasi, meski tidak merinci bentuk hadiah tersebut.
Trump menegaskan bahwa sejumlah pejabat tinggi AS terlibat dalam upaya komunikasi ini, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, serta penasihat sekaligus menantunya Jared Kushner.
“Iran berbicara dengan masuk akal,” ujar Trump, seraya mengklaim bahwa Teheran juga telah sepakat untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Namun, hingga kini pihak Iran belum mengonfirmasi pernyataan tersebut, meski selama ini mereka memang menyatakan tidak memiliki ambisi nuklir militer.
Di sisi lain, Trump juga melontarkan pernyataan keras dengan mengatakan bahwa AS telah “menghabisi” para pemimpin Iran sebelumnya dan memperingatkan bahwa pemimpin baru pun dapat menjadi target jika konflik berlanjut.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan sejak serangan militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu, yang memicu balasan berupa serangan drone dan rudal ke berbagai target di kawasan Timur Tengah.
Meski situasi masih memanas, Trump tetap optimistis bahwa konflik dapat segera diselesaikan. Namun, upaya diplomasi ini dinilai masih berada pada tahap awal dan belum mencapai negosiasi formal, sehingga arah penyelesaiannya masih penuh ketidakpastian.
Trump Klaim Iran Sangat Ingin Berdamai, AS Hubungi “Orang yang Tepat"
. (net)