Tridinews.com - Negara-negara di kawasan Teluk Persia mulai mempertimbangkan jalur pasokan energi alternatif, termasuk pembangunan pipa, menyusul ketidakpastian di Selat Hormuz.
Laporan Financial Times yang mengutip diplomat kawasan menyebut langkah ini menjadi opsi strategis jika Iran menerapkan aturan transit yang lebih ketat pascakonflik.
“Negara-negara Teluk akan mencari alternatif, seperti membangun jalur pipa,” ujar diplomat tersebut.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Vahid Jalalzadeh, sebelumnya menyatakan Teheran tengah menyiapkan kerangka hukum baru untuk pengelolaan Selat Hormuz setelah konflik mereda. Iran juga berencana bekerja sama dengan Oman dalam pengaturan tersebut.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Serangan itu memicu balasan dari Iran yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Akibat eskalasi tersebut, Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dan gas dunia—mengalami gangguan serius hingga mendekati kondisi blokade de facto. Dampaknya langsung terasa pada penurunan ekspor energi kawasan serta lonjakan harga minyak global.
Langkah negara-negara Teluk mencari jalur alternatif dinilai sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap satu titik transit strategis yang kini rentan terhadap konflik geopolitik.
Negara Teluk Cari Jalur Alternatif Imbas Krisis Hormuz
. (net)