Iran Klaim Gagalkan Misi AS, 3 Pesawat Ditembak di Isfahan

iran-klaim-gagalkan-misi-as-3-pesawat-ditembak-di-isfahan . (net)

Tridinews.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah militer Iran mengklaim berhasil menggagalkan misi penyelamatan pilot tempur AS di wilayah selatan Isfahan.

Menurut laporan media Iran, insiden tersebut terjadi saat pasukan AS mencoba menyusup ke wilayah tengah Iran untuk mengevakuasi seorang pilot yang jatuh. Dalam operasi itu, Angkatan Bersenjata Iran disebut berhasil menembak jatuh tiga pesawat militer AS.

Tiga pesawat diklaim dihancurkan

Dikutip dari kantor berita Tasnim, pesawat yang ditembak jatuh terdiri dari dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130. Ketiganya dilaporkan terbakar setelah terkena serangan di area selatan Isfahan.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran menyatakan operasi gabungan yang melibatkan pasukan udara, darat, serta unit sukarelawan Basij berhasil menggagalkan misi tersebut.

“Upaya penyusupan musuh berhasil dicegat dan dilumpuhkan,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut kejadian ini sebagai pukulan besar bagi AS, dan membandingkannya dengan kegagalan Operation Eagle Claw.

AS bantah, klaim pilot berhasil diselamatkan

Di sisi lain, pihak AS memberikan versi berbeda. Dua pejabat Amerika menyatakan bahwa misi penyelamatan justru berhasil dilakukan.

Presiden Donald Trump mengklaim militer AS telah menjalankan salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani, dengan hasil seorang penerbang berhasil ditemukan dan diamankan.

“Kami berhasil menemukannya. Dalam beberapa jam terakhir, militer AS melaksanakan operasi penyelamatan paling berani, dan kini kru tersebut dalam kondisi aman,” tulis Trump.

Ia juga menyebut tidak ada korban jiwa dalam operasi tersebut, meski pilot yang diselamatkan mengalami luka ringan.

Klaim saling bertolak belakang

Insiden ini terjadi di tengah konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah, menyusul serangkaian serangan antara Iran dan AS dalam beberapa pekan terakhir.

Versi yang berbeda dari kedua pihak menunjukkan situasi yang masih kabur di lapangan, dengan masing-masing negara mempertahankan narasi kemenangan.

Ketegangan yang terus berlanjut ini turut meningkatkan kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas kawasan dan keamanan jalur energi strategis di Timur Tengah.

Editor: redaktur

Komentar