Intelijen AS: Kekuatan Militer Iran Masih Tangguh

intelijen-as-kekuatan-militer-iran-masih-tangguh . (net)

Tridinews.com - Laporan intelijen terbaru dari Amerika Serikat mengungkap bahwa kekuatan militer Iran masih jauh dari kata lumpuh, meski telah digempur serangan intensif selama lima minggu terakhir.

Dalam laporan yang dikutip CNN, disebutkan bahwa sekitar setengah dari peluncur rudal Iran masih utuh. Selain itu, ribuan drone serang satu arah (kamikaze) juga dilaporkan masih siap digunakan.

Temuan ini bertolak belakang dengan klaim Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyatakan bahwa kemampuan militer Teheran telah hancur signifikan akibat serangan gabungan AS dan Israel sejak 28 Februari lalu.

Sumber intelijen menyebutkan bahwa sebagian peluncur rudal Iran memang tidak terlihat karena terkubur atau tersembunyi di bawah tanah, namun belum tentu hancur. Artinya, kapasitas serangan Iran masih bisa diaktifkan sewaktu-waktu.

“Mereka masih sangat siap untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh wilayah,” ujar salah satu sumber yang mengetahui laporan tersebut.

Selain itu, sebagian besar rudal jelajah pertahanan pantai Iran juga dilaporkan tetap utuh. Senjata ini menjadi ancaman serius bagi jalur pelayaran global, terutama di Selat Hormuz yang sangat strategis.

Di sisi lain, militer AS melalui CENTCOM mengklaim telah menyerang lebih dari 12.300 target di dalam Iran. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan menyebut serangan balasan Iran telah menurun hingga 90 persen.

Namun, pihak Gedung Putih menolak laporan intelijen yang beredar. Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menilai informasi tersebut berasal dari sumber anonim yang ingin meremehkan keberhasilan operasi militer AS.

Sementara itu, Pentagon melalui Sean Parnell menegaskan bahwa militer AS telah memberikan “pukulan telak” terhadap Iran, termasuk menghancurkan sebagian besar fasilitas produksi dan kekuatan angkatan lautnya.

Perbedaan klaim ini menunjukkan bahwa situasi di lapangan masih penuh ketidakpastian. Di tengah konflik yang terus memanas, kekuatan militer Iran yang dinilai masih signifikan berpotensi memperpanjang eskalasi dan menjaga ketegangan tinggi di kawasan Timur Tengah.

Editor: redaktur

Komentar