Tridinews.com - Afghanistan dan Pakistan sepakat menghentikan sementara pertempuran mulai Rabu malam (18/3) dalam rangka menyambut Idul Fitri.
Juru bicara pemerintah Afghanistan Zabiullah Mujahid menyatakan bahwa pasukan keamanan negara tersebut menangguhkan sementara operasi militer mereka yang disebut “Operasi Pertahanan (Rad-ul Zulm)”.
Pakistan Ikut Hentikan Serangan
Langkah serupa juga diumumkan oleh Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar. Ia menyebut penghentian serangan dilakukan sebagai bentuk itikad baik dan penghormatan terhadap nilai-nilai Islam.
Namun, Tarar menegaskan bahwa Pakistan siap melanjutkan operasi militer jika terjadi pelanggaran.
“Jika ada serangan lintas batas, drone, atau insiden terorisme, maka ‘Operasi Ghazab-lil-Haq’ akan segera dilanjutkan dengan intensitas penuh,” ujarnya.
Peran Negara Mediator
Kesepakatan ini tercapai setelah adanya dorongan dari sejumlah negara mediator, yakni Arab Saudi, Turki, dan Qatar.
Pemerintah Afghanistan menyampaikan apresiasi atas upaya diplomasi tersebut, namun tetap menegaskan akan merespons tegas jika muncul ancaman.
Momentum Kemanusiaan
Gencatan senjata sementara ini menjadi momentum penting di tengah konflik berkepanjangan antara kedua negara, sekaligus menunjukkan peran nilai keagamaan dalam meredakan ketegangan.
Meski bersifat sementara, langkah ini diharapkan dapat membuka ruang dialog lebih lanjut demi stabilitas kawasan Asia Selatan.
Afghanistan-Pakistan Sepakat Gencatan Senjatan saat Idul Fitri
. (net)