Tridinews.com - Presiden Rusia Vladimir Putin langsung menghubungi Presiden Iran Masoud Pezeshkian setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat mengalami kebuntuan.
Dalam percakapan tersebut, Putin menyatakan kesiapan Rusia untuk membantu menengahi konflik dan mendorong tercapainya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Kremlin menegaskan bahwa Rusia siap berperan dalam mencari solusi politik dan diplomatik yang berkelanjutan.
Putin juga menekankan pentingnya upaya bersama untuk mencapai perdamaian yang adil dan bertahan lama di kawasan yang selama ini dilanda ketegangan tersebut.
Sebelumnya, perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang digelar di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan. Pembicaraan yang berlangsung selama 21 jam itu melibatkan delegasi AS yang dipimpin JD Vance, sementara pihak Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf.
Meski disebut berlangsung cukup intens dan membahas berbagai isu penting, kedua pihak tetap gagal mencapai titik temu. Vance menyebut tidak tercapainya kesepakatan sebagai kabar buruk, khususnya bagi Iran.
Di sisi lain, Iran menilai bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dalam satu putaran perundingan bukan hal yang mengejutkan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan sejak awal memang tidak realistis mengharapkan hasil instan dari negosiasi yang kompleks tersebut.
Kebuntuan ini membuat masa depan gencatan senjata antara kedua negara kembali tidak pasti, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di kawasan.