Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz setelah perundingan dengan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.
Trump menyatakan bahwa negosiasi maraton yang berlangsung selama akhir pekan sebenarnya berjalan cukup baik dan sebagian besar poin telah dibahas. Namun, pembicaraan kandas karena Iran menolak mengalah dalam isu program nuklirnya.
Melalui pernyataannya, Trump menegaskan bahwa blokade akan segera dimulai terhadap seluruh kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz. Ia juga mengeluarkan ancaman keras terhadap pihak Iran yang mencoba menyerang kapal AS maupun kapal sipil di kawasan tersebut.
Perundingan yang digelar di Islamabad itu melibatkan delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance. Sementara Iran diwakili Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Pembicaraan tersebut bertujuan memperkuat gencatan senjata selama dua pekan sekaligus mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Namun, setelah diskusi panjang, kedua pihak tetap gagal menemukan titik temu.
Trump juga menuding Iran sengaja menghambat pembukaan kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi sekitar seperlima distribusi minyak mentah dunia. Ia mengklaim Iran bahkan memasang ranjau laut yang mengancam keselamatan pelayaran internasional.
Sejak konflik memanas beberapa pekan terakhir, Iran memang telah melakukan blokade de facto di selat tersebut, memicu gangguan besar pada pasar energi global.
Di tengah situasi ini, militer AS juga telah mengirimkan kapal perang untuk memulai operasi pembersihan ranjau. Trump pun menegaskan bahwa pasukan AS dalam kondisi siap tempur penuh dan tidak akan ragu mengambil langkah lebih jauh jika diperlukan.
Ketegangan yang terus meningkat ini menambah kekhawatiran dunia akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal
. (net)