Tridinews.com - Wacana agar KRL Commuter Line beroperasi 24 jam kembali mencuat setelah banyak penumpang terpaksa bermalam di stasiun karena ketinggalan kereta terakhir. Menanggapi hal ini, PT KAI menyatakan siap mengkaji usulan tersebut, tetapi menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa saat ini KRL masih membutuhkan waktu khusus untuk perawatan sarana dan prasarana. Karena itu, pengoperasian penuh 24 jam belum bisa dilakukan.
Anne memaparkan bahwa kereta terakhir KRL selesai beroperasi sekitar pukul 23.30 WIB, lalu armada sudah harus kembali berjalan mulai pukul 04.00 WIB. Artinya, hanya ada sekitar dua jam efektif untuk melakukan perawatan terhadap puluhan rangkaian kereta setiap harinya.
“Waktu dua jam itu benar-benar kita maksimalkan untuk perawatan. Itu sebabnya KRL belum bisa beroperasi penuh 24 jam,” jelasnya.
Di sisi lain, KCI selaku operator juga memastikan bahwa seluruh armada sudah dimaksimalkan tanpa harus menambah jam operasi menjadi 24 jam. VP Corporate Secretary KCI, Karina Amanda, mengatakan pihaknya telah menjalankan 11 trainset baru dengan formasi 12 gerbong, sekaligus mengurangi formasi 8 gerbong untuk meningkatkan kapasitas angkut.
Karina menegaskan bahwa kebutuhan transportasi masyarakat semakin besar—pengguna Commuter Line kini mencapai satu juta orang per hari. Namun, peningkatan jumlah perjalanan harus seimbang dengan perawatan sarana dan fasilitas stasiun agar layanan tetap aman dan optimal.
“Semua fasilitas perlu dirawat secara berkala supaya operasional Commuter Line tetap maksimal,” ujarnya.
KRL Belum Bisa Beroperasi 24 Jam, Ini Penjelasan KAI
. (net)