Tridinews.com - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk memanfaatkan momentum diplomasi secara serius guna mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menyambut baik rencana pembicaraan antara AS dan Iran yang akan dimediasi Pakistan dan digelar di Islamabad pada akhir pekan.
“Sekretaris Jenderal meminta para pihak memanfaatkan kesempatan diplomatik ini dengan itikad baik menuju kesepakatan yang langgeng dan komprehensif,” ujar Dujarric, Jumat (10/4).
Harapan dari Jalur Diplomasi
Pembicaraan antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/4) di Islamabad. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan dengan Iran. Ia juga menyebut Iran telah sepakat membuka kembali jalur strategis di Selat Hormuz.
Konflik Masih Membayangi
Namun, situasi di lapangan masih memanas. Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon, yang disebut sebagai salah satu gelombang serangan paling signifikan dalam konflik terbaru di kawasan.
Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel terhadap Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, dengan alasan keterlibatan kelompok Hizbullah.
Di sisi lain, Iran menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah disepakati dengan AS.
Syarat Perdamaian Menyeluruh
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa keberhasilan pembicaraan sangat bergantung pada komitmen semua pihak terhadap gencatan senjata di seluruh lini konflik, termasuk di Lebanon.
Dengan dinamika yang terus berkembang, PBB berharap dialog di Islamabad dapat menjadi titik awal menuju penyelesaian konflik yang lebih luas dan berkelanjutan di Timur Tengah.
PBB Desak AS-Iran Berunding dengan Itikad Baik demi Damai
. (net)