Tridinews.com - Amerika Serikat dilaporkan menolak proposal Rusia untuk mengambil alih persediaan uranium yang diperkaya milik Iran sebagai upaya meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Rusia siap menampung uranium tersebut di wilayahnya. Ia menilai langkah ini bisa menjadi solusi yang baik untuk menurunkan ketegangan, terutama terkait kekhawatiran program nuklir Iran.
Namun, menurut Peskov, proposal tersebut ditolak oleh pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump. Penolakan ini memperlihatkan masih sulitnya menemukan titik temu dalam upaya diplomasi terkait isu nuklir Iran.
Sebelumnya, Rusia sudah mengajukan gagasan serupa sejak Juni lalu, bahkan kembali mengusulkannya dalam pembahasan terbaru. Dalam skema tersebut, uranium Iran akan dipindahkan ke Rusia dan berpotensi diolah menjadi bahan bakar reaktor sipil guna mendukung negosiasi internasional.
Di sisi lain, Iran menyatakan bahwa keputusan terkait pengelolaan uranium akan sangat bergantung pada hasil kesepakatan dengan AS, khususnya terkait program nuklirnya.
Selama ini, AS menjadikan stok uranium yang diperkaya milik Iran sebagai salah satu alasan utama tekanan dan serangan terhadap negara tersebut, dengan kekhawatiran bahwa bahan itu dapat digunakan untuk pengembangan senjata nuklir.
Situasi ini menegaskan bahwa ketegangan geopolitik masih tinggi, dan upaya diplomasi antarnegara besar belum berhasil menghasilkan solusi yang disepakati bersama.
AS Tolak Usulan Rusia Ambil Uranium Iran
. (net)