Tridinews.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mendesak kelompok Hizbullah untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
Melalui juru bicara PBB, Stephane Dujarric, Guterres menekankan pentingnya semua pihak menghormati gencatan senjata demi menghentikan penderitaan warga sipil. Ia menyebut masyarakat Lebanon telah lama terdampak konflik, sementara warga di Israel utara juga berhak hidup dalam kondisi aman dan damai.
Kesepakatan gencatan senjata ini sebelumnya diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyatakan bahwa Presiden Lebanon, Joseph Aoun, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sepakat menjalankan gencatan senjata selama 10 hari mulai 16 April malam waktu GMT.
Trump juga berencana mengundang kedua pemimpin ke Washington untuk melanjutkan pembicaraan damai yang lebih mendalam. Upaya ini melibatkan sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta pejabat militer senior.
Seruan PBB ini menegaskan pentingnya komitmen semua pihak untuk menahan diri dan menjaga stabilitas, di tengah situasi kawasan Timur Tengah yang masih sangat rentan terhadap eskalasi konflik.
PBB Desak Hizbullah Patuhi Gencatan Senjata Israel-Lebanon
. (net)