Tridinews.com - Sedikitnya 27 jurnalis dilaporkan tewas sejak 2 Maret 2026 akibat serangan militer Israel di Lebanon. Data tersebut disampaikan oleh Serikat Editor Pers Lebanon dalam pernyataan pada Kamis (23/4).
Selain korban tewas, puluhan jurnalis lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka di tengah intensitas konflik yang terus berlangsung.
Serikat tersebut mengecam keras serangan terbaru di kota Tayri, Lebanon selatan, pada 22 April. Dalam insiden itu, jurnalis Amal Khalil tewas, sementara rekannya Zeinab Faraj mengalami luka. Disebutkan, Khalil sebelumnya sempat menerima ancaman.
“Dengan terbunuhnya dia, jumlah jurnalis dan pekerja media yang tewas meningkat menjadi 27 orang,” demikian pernyataan serikat tersebut.
Serikat Editor Pers Lebanon juga mendesak Federasi Jurnalis Arab untuk berkoordinasi dengan organisasi pers internasional guna memberikan perlindungan lebih bagi jurnalis yang bertugas di wilayah konflik.
Para jurnalis di lapangan turut diimbau meningkatkan kewaspadaan, menghindari area berisiko tinggi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait seperti UNIFIL dan Palang Merah Lebanon demi keselamatan.
Serikat tersebut menilai serangan terhadap warga sipil, khususnya jurnalis, telah melampaui batas dan meminta pemerintah Lebanon membawa kasus ini ke forum internasional serta menempuh jalur hukum terhadap Israel.
Laporan juga menyebutkan bahwa dalam serangan terbaru, akses tim penyelamat sempat terhambat setelah jalur evakuasi menjadi target serangan, memperlambat penanganan korban.
Secara keseluruhan, sejak awal Maret, konflik di Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.475 orang, melukai 7.696 lainnya, dan memaksa lebih dari 1,6 juta warga mengungsi.
Sementara itu, gencatan senjata yang diumumkan oleh Amerika Serikat pada 16 April dijadwalkan berakhir pada 26 April, namun dilaporkan kerap dilanggar di lapangan. Situasi ini menunjukkan bahwa kondisi keamanan di kawasan masih sangat rentan dan jauh dari stabil.
27 Jurnalis Tewas di Lebanon, Serangan Israel Dikritik
. (net)