Tridinews.com - Guru adalah fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter. Nilai itu tercermin dari sosok Syamsiah atau Bu Atun, guru Pendidikan Kewarganegaraan di SMAN 1 Purwakarta, Purwakarta.
Namanya menjadi sorotan setelah video dirinya diolok-olok oleh sembilan siswa viral di media sosial. Meski mendapat perlakuan tidak sopan, Bu Atun memilih jalan berbeda—ia memaafkan.
“Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya,” ujarnya.
Baginya, kesalahan siswa bukan akhir dari segalanya. Ia percaya setiap anak memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.
“Yang salah tidak selamanya salah, yang nakal tidak selamanya nakal,” katanya, menegaskan bahwa peran guru juga membimbing dengan kasih, bukan sekadar menghukum.
Sikap ini juga ia sampaikan saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menilai memaafkan adalah bagian dari tanggung jawab moral seorang pendidik untuk membentuk akhlak siswa.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi memberikan bantuan sebesar Rp25 juta. Namun, keputusan Bu Atun kembali mengundang simpati publik—ia memilih menyumbangkan seluruh uang itu ke yayasan anak yatim yang ia bina.
“Rp25 juta akan saya sumbangkan kepada yayasan yatim,” ucapnya.
Peristiwa ini bermula saat kegiatan pembelajaran interaktif di kelas, yang diakhiri dengan sesi santai. Dalam momen tersebut, beberapa siswa melakukan gestur tidak pantas yang kemudian viral.
Pihak sekolah langsung mengambil langkah tegas. Kepala sekolah Sidik Tamsil menyatakan sembilan siswa terbukti melakukan tindakan tersebut secara sengaja, sementara siswa lainnya tidak terlibat.
Sebagai sanksi, para siswa menjalani pembinaan khusus melalui kegiatan sosial selama 1 hingga 3 bulan, seperti membersihkan lingkungan sekolah, tanpa menghilangkan hak mereka untuk tetap belajar.
Kisah Bu Atun menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati tidak hanya soal disiplin, tetapi juga tentang empati, keteladanan, dan keikhlasan dalam membimbing generasi muda.
Kisah Bu Atun Memaafkan Siswa, Donasikan Rp25 Juta dari KDM
. (net)